Oleh : Dahlan Iskan Trump untuk Amerika.  Xi Jinping untuk Tiongkok.  Boris Johnson untuk siapa?  Merekalah pemimpin yang sangat fokus memikirkan nasib negara masing-masing. Tidak peduli: apakah

HATI saya untuk Maryam. Otak saya untuk Imran Khan. Maryam itu cantiknya luar biasa. Lihatlah matanya. Seperti mutiara. Lihatlah pipinya: ada lesung pipitnya. Perhatikan hidungnya: gabungan barat

MENJELANG tengah hari, saya terkaget-kaget. Senin kemarin. Itu hari pertama ada program baru: namanya Star Market. Bikin kejutan pula. Program ini begitu nyata. Bulan Mei tahun lalu

IA pun berhasil. Terhindar dari hukuman mati. Kamis lalu. Drama panjang ini pun berakhir. Tetap tidak ditemukan di mana mayat Zhang Yingying. Calon doktor asal Nanjing. Yang

MEREKA akan 50 tahun. Anak muda yang demo besar di Hongkong kemarin. Yang umur mereka mayoritas di sekitar 20 tahun itu. Umur 50 tahun masih setengah baya.

Oleh : Dahlan Iskan Daya tahan demonstran Hongkong tak terkira. Tapi daya tahan polisi juga luar biasa. Betapa tahan sabarnya.  Padahal sudah 28 orang polisi terluka. Termasuk ada

Oleh : Dahlan Iskan Minggu besok demo besar-besaran lagi di Hongkong. Demo hari ke-37. Masih topik yang sama: agar RUU ekstradisi dicabut. Saya pun tiba di Tiongkok

Sesekali bicara soal nyamuk. Nyamuk beneran. Biar pun demo di Hongkong belum juga berhenti. Tiap hari. Sejak entah kapan itu. Bahkan Minggu lusa disiapkan yang terbesar lagi. Juga

Oleh : Dahlan Iskan Ofo yang bangkrut itu ternyata kini masuk Indonesia. Dalam bentuk sepeda bekas. Begitu banyak penawaran di internet. Dari Batam. Dari Medan. Juga dari

Oleh : Dahlan Iskan CEO yang satu ini tidak boleh lagi naik kereta cepat. Apalagi pesawat. Dilarang juga tidur di hotel bintang empat atau lima. Pun dilarang

“Tabungan dikurangi investasi = ekspor minus impor”. Dulu. Dulu sekali. Waktu muda. Saya tidak bisa paham membaca rumus ekonomi makro seperti itu. Dan tetap tidak akan paham.

Oleh : Dahlan Iskan “Tabungan dikurangi investasi = ekspor minus impor”. Dulu. Dulu sekali. Waktu muda. Saya tidak bisa paham membaca rumus ekonomi makro seperti itu. Dan

Oleh : Dahlan Iskan Dua tulisan itu saya minta jangan dimuat dulu di DI’s Way hari ini. Karena ada yang satu ini. Yang akan menambah rumit Asia

Oleh : Dahlan Iskan “Bunga yang tinggi adalah setan dari segala setan.” Dan Erdogan gerak cepat: memberhentikan gubernur bank sentralnya. Sabtu lalu. Yang tidak kunjung mau menurunkan

SEBENARNYA sudah banyak perempuan yang lari dari negeri Arab. Tahun ini saja ada tiga. Itu baru yang menggemparkan semua. Belum lagi yang tidak masuk berita. Tapi yang

Oleh : Dahlan Iskan Kalaupun ada ‘CEO selebriti’, yang pertama adalah Lee Iacocca. Yang meninggal Selasa lalu. Di Bel Air dekat Hollywood. Dalam usia 94 tahun. Di

Oleh : Dahlan Iskan “Masjid near me.” “100 miles,” kata Google. Padahal sudah jam 11.30. Hari Jumat minggu kemarin. Saya cek lagi di Google. Jam berapa  salat

Oleh : Dahlan Iskan Saya sedang di kebun percobaan. Saat orang setempat lagi ramai membicarakan ini: 11 anggota DPRD negara bagian Oregon ‘hilang’. Gubernur sudah memerintahkan polisi.

Oleh : Dahlan Iskan DI’s Way dapat laporan dari teman di Malaysia. Isinya: Malaysian Airlines akhirnya jatuh ke tangan Singapore Airlines. MAS dan SIA akan menjadi satu

Oleh : Dahlan Iskan Tahun depan saja. Kalau Anda mau ke sini. Ketika lingkungan sekitarnya sudah lebih rapi. Sekarang pun memang sudah bisa dinikmati. Tapi belum sepenuhnya

TAHUN depan saja. Kalau Anda mau ke sini. Ketika lingkungan sekitarnya sudah lebih rapi. Sekarang pun memang sudah bisa dinikmati. Tapi belum sepenuhnya nyaman. Itulah The Vessel.

Oleh : Dahlan Iskan Tentu. Saya mencari restoran ini. Milik anak Indonesia kaya raya ini. Yang follower instagramnya hampir 100 ribu ini. Yang di New York pun

Oleh : Dahlan Iskan Untuk negara demokrasi ‘darah penghabisan’ adalah pengadilan. Karena itu mengapa saya selalu mengatakan: hukum dan demokrasi tidak bisa dipisahkan. Hukum tidak akan bisa

Oleh : Dahlan Iskan Bitcoin memang belum bisa meruntuhkan mata uang. Bahkan sempat melemah. Tapi beberapa hari terakhir ini on fire lagi. Gara-gara Facebook bikin kejutan: meluncurkan

Oleh : Dahlan Iskan Saya tidak akan menulis ini untuk koran. Yang akan saya tulis ini terlalu pribadi. Bahwa ada koran yang memuatnya terserah. Inilah bedanya koran

Oleh : Dahlan Iskan Untung! Saya diantar si arsitek itu. Sampai ke dalam restoran The Red Hen. Kalau tidak, saya akan diberi tempat di teras samping. Yang

Oleh : Dahlan Iskan “Berapa yang akan mati?“ “Sekitar 150 orang.” Lalu Presiden Amerika Serikat itu, Donald Trump itu, berpikir. Hanya satu detik. Untuk membuat putusan itu:

DIA tidak pernah masuk SD atau SMP. Tidak juga SMA. Umur 17 tahun baru merasakan bangku sekolah. Tapi langsung bangku kuliah. Sempat terputus-putus. Tidak kuat bayar uang

Saya tidak tahu: ada berapa camera yang terpasang di seluruh Jakarta. Khususnya di sekitar Sarinah. Juga di tanah Abang. Yang, seandainya banyak, bisa dipakai untuk menganalisis kerusuhan

Sudah seminggu penuh. Tiap hari makan siang saya burrito. Hanya burrito. Bikinan sendiri. Di rumah sahabat saya di pedalaman Kansas, Amerika: John Mohn. Sudah seminggu pula makan