oleh

Badan Intelijen Negara (BIN) Dapati 410 Nelayan Banyuasin Gunakan Alat Tangkap Ikan Terlarang

BANYUASIN – Pukat Trawls menjadi ancaman terbesar dalam menjaga kelestarian dan kelangsungan perikanan di wilayah perairan Kabupaten Banyuasin, Propinsi Sumatera Selatan. Karna habitat hingga ekosistem ikan semakin berkurang.

Masih banyaknya Nelayan yang menggunakan Pukat Trawls dan belum memahami aturan yang telah ditetapkan pemerintah berdampak pada kurangnya tangkapan ikan para nelayan Tradisional yang disebabkan penggunaan Pukat Trawls untuk menjaring ikan di kawasan Perairan Kabupaten Banyuasin. Saat ini upaya untuk dapat melakukan pencegahan menggunakan Pukat Trawls di sikapi secara serius oleh pihak Kementrian Kelautan dan Perikanan RI.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banyuasin melalui sekertaris Dinas Perikanan Banyuasin, Suroharjo dalam kegiatan Dirjen Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia bersama dengan Dirjen Pengawasan sumber daya alam dan perikanan
( PSDKP kementerian kelautan dan perikanan), pada kegiatan penyuluhan keselamatan pelayaran serta pembinaan bagi para Nelayan tentang aturan dalam menggunakan alat tangkap ikan di Balai Sekaya Maritim Desa Sungsang III Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Selasa (26/11).

Mengungkapkan, bahwa larangan dalam mengunakan Pukat Trawls telah tertuang dalam Peraturan Mentri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 2/Permen-KP/2015.

” Yang Pasti nelayan dilarang pakai pukat Trawls dan apabila menggunakannya sudah ada sanksinya. Kemarin, sempat ada temuan dari Badan Intelijen Negara bahwa ada 410 Nelayan Banyuasin kedapatan menggunakan Trawls”, Katanya

Adanya temuan itu, telah di Akomodir ke pihak KKP untuk dilakukannya penggantian alat tangkapnya.

Sejauh ini, bantuan terus di gulirkan dari pihak Dinas Perikanan Banyuasin serta dari pihak KKP untuk membantu penggantian alat tangkap bagi Nelayan yang sadar hukum. Untuk mengganti Alat Tangkap Ikan jenis Trawl diganti dengan alat Tangkap ikan yang ramah lingkungan.

” Jadi selagi kita bisa bantu melalui dana APBD kita bantu juga dengan dana APBN melalui KKP kita gulirkan bantuan itu Karna keterbatasan anggaran saat ini belum seluruhnya terealisasi “, Jelas dia

Sementara itu, Kementrian Perhubungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan, melalui Wakil Direktur Politeknik Transportasi Sungai Danau dan Penyebrangan Kota Palembang, Sugiharto menyampaikan pembicaraan kepada para Nelayan sangatlah penting untuk dilakukan, agar para Nelayan khususnya di wilayah perairan Kabupaten Banyuasin dapat menjadi Nelayan yang lebih modern dan ramah lingkungan.

Dengan memberikan penyuluhan kepada para Nelayan tentang septy keamanan dan aturan hukum dalam penggunaan alat tangkap ikan juga. Diharapkan pendapatan ekonomi mereka juga akan dapat terus bertambah dari hasil tangkapan ikan yang mereka lakukan.

“Kalau mereka taat aturan pastinya kelestarian ikan-ikan akan terus terjaga hingga nantinya. Kami juga memberikan bantuan Jaket Pelampung untuk keamanan para nelayan saat mencari ikan”, Singkatnya(bun)

Komentar

Berita Lainnya