oleh

Bagaimana Cara Memulai Investasi di Pasar Modal?

SUMEKS.CO- Ketidakpastian adalah sesuatu yang pasti. Termasuk ketidakpastian kondisi keuangan. Guna mengantisipasi ketidakpastian keuangan masa depan, perlu kiranya seseorang menyisihkan sebagian penghasilan untuk investasi.

Investasi adalah sesuatu hal yang kita lakukan saat ini untuk mendapatkan keuntungan pada masa yang akan datang. Investasi sangat beragam. Ada deposito, properti, emas, mata uang asing, dan investasi di pasar modal.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar modal, ada baiknya dipahami terlebih dahulu apa itu investasi di pasar modal. Pasar modal adalah tempat bertemunya antara pihak yang membutuhkan modal dan pihak yang memiliki modal. Esensinya sama dengan pasar pada umumnya. Yang membedakan adalah kegiatan dan metodenya.

“Di pasar umum, pembeli dan penjual bertemu secara fisik di tempat jual-belinya. Sedangkan di pasar modal, transaksi atau jual-belinya diwakili oleh perusahaan sekuritas, misalnya Mandiri Sekuritas,” kata Norman Aditya Andreswara, Senior MOST Advisor Mandiri Sekuritas, baru-baru ini.

Di pasar modal Indonesia ada yang namanya Bursa Efek Indonesia (BEI), ada Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), ada juga Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI). Masing-masing memiliki fungsi. “Kalau kita bayangkan pasar modal itu mal, maka BEI adalah manajemen malnya, dan sekuritas itu adalah toko-tokonya,” jelas Norman.

Hingga saat ini, ada sekitar 700 saham yang diperdagangkan di pasar modal Indonesia. Sebanyak lebih dari 400 diantaranya masuk Daftar Efek Syariah (DES). Perusahaan yang tercatat di bursa ini, menjual saham atau menerbitkan obligasi untuk mendapatkan modal. Investor, baik lokal maupun asing, boleh membelinya langsung maupun lewat manajer investasi (fund manager).

Mulai Investasi di Pasar Modal

Untuk memulai investasi di pasar modal, hal pertama yang perlu dimiliki tentu adalah modalnya terlebih dahulu. Setelah itu, siapkan e-KTP, NPWP, dan buku tabungan. Setelah siap semua, silakan pilih sekuritas untuk dibukakan rekening efek.

Ketika sudah dibukakan rekening efek, otomatis investor punya rekening di KSEI, juga dibukakan Rekening Dana Investor (RDI). Setelah semuanya siap, maka Anda bisa mulai investasi di produk-produk pasar modal.

Mengenal Saham, Obligasi, dan Reksa Dana

Produk di pasar modal Indonesia terbagi menjadi saham, obligasi, dan reksa dana. Ada juga produk derivatif.

SAHAM. Ini adalah produk paling populer di pasar modal. Sederhananya adalah surat bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. Saham diterbitkan oleh perusahaan yang ingin mendapatkan modal melalui proses Initial Public Offering (IPO).

Dalam proses ini, perusahaan menawarkan sejumlah saham kepada investor. Saham bisa menjadi pilihan investasi bagi Anda yang punya modal, tapi tidak ingin menjalankan bisnis sendiri karena berbagai alasan.(jpg/jawapos)

Komentar

Berita Lainnya