oleh

Lahat Bakal Tiru Pelayanan Terpadu di Banyuwangi

-Sumsel-786 views

Banyuwangi – Bupati Lahat, provinsi Sumatera Selatan, Cik Ujang, bertandang ke Banyuwangi, Senin (25/2).

Bupati bersama jajarannya punya misi untuk memperluas wawasan tentang pelayanan publik dan berbagai inovasi yang dikembangkan di daerah ujung timur pulau Jawa ini.

Bersamaan dengan Bupati Lahat, hadir pula Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa beserta ketua DPRD dan Forkopimda Kabupaten Pasang Kayu Sulawesi Barat.

Selain itu, ada juga rombongan 60 Kades di wilayahnya, juga rombongan PMPTSP Kota Bogor.

Cik Ujang menyampaikan bahwa  kedatangannya ke Banyuwangi untuk melihat pelayanan publik yang terpadu  oleh Pemkab Banyuwangi.

Mulai dari sistem pengelolaan Dukcapil, perijinan, perpajakan, keimigrasian dan pelayanan pernikahan oleh Kemenag, sampai pembuatan SIM dan STNK.

Juga soal  keimigrasian yang dilaksanakan di Mall Pelayanan Publik Terpadu.

Bupati juga melihat pembangunan Smart Kampung mulai keuangan desa, administrasi pemerintahan desa, dan pengelolaan BUMDes.

“Saya sering mendengar kalau Banyuwangi memiliki sistem perencanaan keuangan desa yang bagus dan sudah berbasis online,” ucapnya.

Kedatangan Pemkab Lahat ke Banyuwangi sekaligus belajar bagaimana Banyuwangi menyatukan berbagai unit kerja dalam satu lokasi di mall Pelayanan Publik.

“Semoga apa yang kami pelajari dari sini, bisa kami diterapkan di Lahat. Kami ingin pelayanan publik di Lahat bisa sebagus Banyuwangi, atau minimal mendekati Banyuwangi,” ungkapnya.

Dalam kunjungannya ini, Cik Ujang ditemani 14 jajarannya dari SKPD terkait. Rombongan ini akan berada di Banyuwangi selama empat hari sejak Minggu (24/2) hingga Rabu (27/2).

Sementara itu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut hangat kedatangan kedua kepala daerah tersebut.

Anas menyampaikan banyaknya daerah yang datang ke Banyuwangi, bukan berarti Banyuwangi lebih unggul.

“Sebenarnya, Banyuwangi sendiri masih terus berbenah di tengah banyak keterbatasan yang kami miliki. Terimakasih Bapak-Bapak telah menjadikan Banyuwangi sebagai jujugan benchmarking, mudah-mudahan kedatangan bapak ke Banyuwangi ini bisa mendapatkan ilmu seperti yang diharapkan,” kata Anas.  

Sementara itu, Bupati Anas menceritakan bahwa Mal Pelayanan Publik merupakan salah satu solusi bagi kondisi geografis Banyuwangi yang luas.

“Sebagai terluas di Jawa Timur, banyak kecamatan di Banyuwangi yang jauh dari pusat kota. Pendirian mal ini terilhami saat Kemenpan RB mengajak Banyuwangi mengunjungi ASAN Xidmat, institusi pelayanan publik terpadu di Azerbaijan yang ditetapkan sebagai terbaik oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam United Nation Public Service Award (UNPSA),” terang Anas.

“Pulang dari sana, hanya dalam satu minggu kami segera mewujudkan dan langsung meresmikan mal pp ini tepatnya pada 6 Oktober 2017 lalu,” imbuhnya.

Banyuwangi juga memiliki program penguatan desa “Smart Kampung’. Program ini mendorong pelayanan desa berbasis teknologi informasi (TI). ”Dengan Smart Kampung, secara bertahap administrasi cukup diselesaikan di desa. Tentu ini butuh TI karena yang berjalan adalah datanya, bukan orangnya sehingga pengurusan dokumen lebih efektif dan efisien,” papar Anas.

Selanjutnya Cik Ujang beserta rombongan meninjau Mal Pelayanan Publiknterpadu dan mengunjungi salah satu Smart Kampung yaitu Desa Taman Sari di Kecamatan Licin, dimana pelayanan di desa tsb sudah dilaksanakan secara online dan berbasis TIK.  

Selain dua bupati tersebut, Banyuwangi juga kedatangan 7 orang rombongan Pemerintah Kota Bogor Provinsi Jawa Barat yang juga ingin belajar tentang pelaksanaan perijinan satu pintu di mal pelayanan publik Banyuwangi. (Rel)

Komentar

Berita Lainnya