oleh

Balita 7 Bulan, Penderita Hidrosefalus Butuh Uluran Tangan

BATURAJA BARAT – Tubuh mungil Sakila Natalia, tidak banyak bergerak. Balita tujuh bulan itu, terlentang di ranjang sederhana dengan kasur tipis. Tubuhnya kurus, tapi ukuran kepalanya besar. Sejak usia dua bulan, Sakila menderita hidrosefalus. Dirinya tinggal di Kampung 3 Desa Laya, kecamatan Baturaja Barat. “Waktu lahir normal fisiknya. Sama seperti bayi pada umumnya, ” kata Ansori, ayah Sakila, dibincangi (30/5).

Meski kondisi fisik putri keempatnya itu sempurna, saat lahir. Namun, masalah justru muncul pada sistem pencernaan. Persisnya saat usia Sakila lima hari. Anak bungsu perempuannya itu, tidak mau makan maupun minum. Bahkan tidak ada proses pembuangan (BAB dan BAK). “Sesekali ada kejang-kejang, ” katanya.

Karena kuatir dengan kondisi si bungsu, dirinya pun membawa Sakila ke rumah sakit. Harapannya, penyakit yang diderita Sakila bisa diobati. Tidak tanggung-tanggung, selama dua bulan dua puluh hari, Sakila menjalani perawatan medis. “Namun bukannya sembuh, justru kepalanya membesar, ” jelasnya.

Pembesaran kepala atau hidrosefalus, muncul saat satu bulan terakhir perawatan. Kedua orangtua Sakila, pusing luar biasa. Tidak tahu apa yang akan dilakukan. Sementara, ketika ditanyakan ke petugas medis, justru jawaban yang kurang memuaskan. “Saya bawa pulang saja, karena tidak ada kejelasan, ” katanya.

Hingga saat ini, tidak ada pengobatan yang dilakukan. Karena, selain persoalan biaya, dirinya juga bingung tempat pengobatan penyakit yang diderita anaknya. “Selama lima bulan menderita kepala besar, belum pernah saya bawa berobat. Kami tidak ada uang untuk pengobatan, ” ucapnya dengan nada bingung.

Dirinya sangat berharap ada dermawan yang bisa membantunya. Sebab, kondisi kesehatan anaknya harus dipulihkan. Sementara dirinya mengalami keterbatasan keuangan. (Stf)

Komentar

Berita Lainnya