oleh

Bandit Curanmor Lintas Provinsi Keok Dipelor!

-Lainnya-56 views

LUBUKLINGGAU – Unit Reskrim Polsek Lubuklinggau Barat meringkus tiga tersangka kawanan curanmor (pencurian kendaraan bermotor) yang beraksi lintas Provinisi yakni Lubuklinggau-Bengkulu.

Tiga tersangka yang dibekuk yakni Wahyu (19), warga Lubuk Tanjung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I. Lalu Januardi alias Buyung (40), warga Kelurahan Keputeraan, Kecamatan Lubuklinggau Barat II dan Suprianto alias Toh (25), warga Desa Apor, Sindang Beliti Ulu, Kabupaten Rejang Lebong (Bengkulu).

Tersangka Buyung dan Toh terpaksa ditembak karena saat akan ditangkap berusaha kabur dan melawan. Tersangka Buyung ditembak dikaki kiri dua lubang. Sedangkan tersangka Toh ditembak mengenai pinggang dan saat ini menjalani perawatan di RS AR Bunda Lubuklinggau.

“Pertama ditangkap Wahyu,” kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono didampingi Kanit Reskrim Polsek Lubuklinggau Barat, Ipda Faisal dalam rilis tangkapan di Polsek Lubuklinggau Barat, Rabu (9/10).

Tersangka Wahyu ditangkap Selasa (8/10) sekitar pukul 13.00 WIB saat sedang bekerja sebagai buruh penggali diwilayah Lubuk Tanjung. Kemudian setelah dilakukan pengembangan, hari itu juga Polisi bergerak memburu tersangka Buyung hingga kedaerah Kepala Curup (Bengkulu). Namun didaerah tersebut tersangka Buyung tidak ada.

“Kita dapat informasi kalau tersangka Buyung sedang naik motor dari Bengkulu hendak ke Palak Curup,” ungkapnya.

Kemudian Polisi menyanggongi tersangka dijalan, tepatnya di Desa Samberejo, Curup (Bengkulu) sekitar pukul 23.00 WIB. Tadinya anggota hanya akan menangkap Buyung. Namun tersangka Buyung saat itu mengendarai sepeda motor Honda Beat warna merah bersama dengan Toh sesama pelaku curanmor. Dan diketahui pula tersangka Buyung dan Toh merupakan komplotan pelaku curanmor yang baru beraksi di Bengkulu.

Lalu saat akan ditangkap, keduanya berusaha kabur. Dan Polisi yang mengejar, memberikan tembakan peringatan. Namun tidak diindahkan, sehingga Polisi terpaksa melumpuhkan keduanya dengan tembakan.

“Tersangka Toh akan dilimpahkan ke Polsek Selebar, Bengkulu. Tersangka Toh diketahui merupakan pelaku curanmor di Bengkulu. Yang mana saat ditangkap, motor yang dipakai keduanya merupakan hasil curian di Bengkulu,” bebernya.

Sebelum beraksi di Bengkulu, diketahui tersangka Buyung merupakan daftar pencarian orang (DPO) Polsek Lubuklinggau Barat. Dan terakhir melakukan curanmor diwilayah hukum Polsek Lubuklinggau Barat pada Sabtu (5/10). Tersangka Buyung melakukan pencurian motor Yamaha Mio warna putih milik korbannya yakni Karyadi (19). Ia beraksi dengan dua rekannya warga Lubuklinggau yakni Wahyu dan E (DPO).

“Saat itu korban tengah mandi disungai Kasie,” terangnya.

Dan diketahui pula, tersangka Buyung merupakan residivis kasus narkoba. Tak hanya itu, tersangka Buyung merupakan DPO Polsek Lubuklinggau Barat dalam kasus tindak pidana pencurian membongkar toko pada 2017.

“Dari para tersangka disita barang bukti dua unit sepeda motor matic yakni yamah mio dan honda beat,” timpalnya.

Tersangka Buyung, E dan Wahyu mencuri motor milik korbannya Karyadi saat korban tengah mandi disungai Kasie. Tersangka Wahyu bertugas menunggu diatas motor, sedangkan Buyung dan E turun mengambil motor yang diparkir dengan kondisi kunci motor korbannya masih menempel.

“Habis ngambil motor, langsung kabur kedaerah Palak Curup, dijual motor Rp1.200.000. Aku dengan E masing-masing dapat Rp500 ribu, kalau Wahyu Rp200 ribu,” ungkapnya.

Sementara itu, pengakuan tersangka Buyung, di Lubuklinggau baru sekali melakukan pencurian sepeda motor bersama dengan E dan Wahyu. Sedangkan di Bengkulu, ia juga mengaku baru sekali. Dan sebelumnya, Buyung mengakui jika ia merupakan DPO kasus pencurian toko.

“Aku kabur ke Apor dua tahun,” ungkapnya.

Sedangkan tersangka Wahyu mengaku, dirinya hanya diajak oleh E yang merupakan Pamannya. “Diajak mamang. Aku nganggur, baru tamat SMA. Aku dapet bagian cuman Rp200 ribu. Duitnyo aku pakek untuk beli rokok,” pungkasnya.(Wek)

Komentar

Berita Lainnya