oleh

Bangkai Bus Sriwijaya Belum Diangkat

PAGARALAM – Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pagaralam Novi Endri ST melalui Kabid LLAJ Erwin ST MM menuturkan, bahwa pengangkutan bangkai Bus Sriwijaya, yang mengalami kecelakaan di Liku Lematang, Kelurahan Pelang Kenidai, Kecamatan Dempo Tengah masih menunggu pemeriksaan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Untuk pengangkutan bangkai Bus Sriwijaya, belum bisa kita kasih informasi ataupun statment. Yang pasti kita masih menunggu pemeriksaan dari KNKT terlebih dahulu,” terang Erwin, ketika dibincangi wartawan koran ini.

Mengenai berapa lama waktu, pemerikasaan yang dilakukan KNKT ? Erwin menyebut, bahwa belum mengetahui akan hal itu, hanya saja pihaknya senantiasa selalu siap membantu, apabila diperlukan. “Kita hanya bisa membantu apabila diperlukan,” jawab Erwin seraya menyebut, bahwa sekarang ini Tim KNKT lagi berada di Bengkulu.

Diduga Masih Ada Korban Hanyut

BENTENG Hilton Telau nampak sibuk siang kemarin (26/12). Dari tepian Sungai Lematang Kasie Ops dan Siaga Kantor SAR Palembang ini mengarahkan anak buahnya yang tengah berkutat di dekat bangkai bus Sriwijaya.

Memasuki hari ketiga kemarin, operasi pencarian terhadap korban bus maut bus Sriwijaya memang masih terus dilakukan. Tapi hasilnya masih nihil. Benteng menyebutkan, jumlah korban yang berhasil dievakuasi masih sama. “Masih 48 orang,” ujar Benteng ketika ditemui di lokasi, kemarin.

Sementara, ada kabar yang beredar bahwa bus jurusan Bengkulu-Palembang itu mengangkut 54 orang. Bila kabar ini benar, artinya 6 orang lagi korban yang belum diketemukan Benteng sudah mendengar ada kabar seperti ini. Tapi ia bilang informasi tersebut tidak jelas.

“Buktinya hari ini (kemarin), tidak ada pihak yang melapor lagi bahwa kehilangan anggota keluarganya kan,” ujar Benteng. “Kemarin ada yang melaporkan tujuh orang hilang, langsung ketemu dengan jumlah yang pas,” tambahnya.

Manifes penumpang yang naik bus Sriwijaya dari Bengkulu pada Senin lalu (23/12) memang masih simpang siur. Sementara dalam sebuah wawancara dengan Rakyat Bengkulu TV (grup koran ini), pengurus loket Sriwijaya Ekspres di Bengkulu menyatakan jumlah penumpang sebanyak 17 orang saja. Ini artinya ada kemungkinan banyak penumpang  yang naik di tengah jalan.

Minimnya data manifes penumpang itu diakui Kepala Kantor SAR Palembang, Berty Dj Kowas cukup menyulitkan pihaknya untuk memastikan jumlah korban. Ini dikatakan Berty dalam sebuah wawancara dengan awak media pada Rabu (25/12). (ald).

Komentar

Berita Lainnya