oleh

Bangunan SD Ambruk Diterjang Puting Beliung

EMPAT LAWANG – Bangunan sekolah kelas jauh SD Negeri 11 Kecamatan Sikap Dalam, Kabupaten Empat Lawang, ambruk dihantam angin puting beliung yang terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Empat Lawang, beberapa hari yang lalu.

Bangunan yang terdiri tiga lokal berdinding papan dan geribik (dinding anyaman bambu) beratap seng yang berada di Talang Rebo Desa Tangga Rasa, Kecamatan Sikap Dalam tersebut, ambruk hingga membuat bangunan itu tidak lagi dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Menurut sejumlah warga, kejadian angin puting beliung yang merobohkan bangunan SD Negeri 11 Kecamatan Sikap Dalam tersebut, terjadi Minggu (28/2) lalu sekitar jam 16.00 WIB. Saat kejadian tidak ada aktifitas di bangunan sekolah itu, sehingga tidak ada korban.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Empat Lawang, Rita Purwaningsih melalui Sekretaris Disdikbud, Sopyan Haris saat dikonfirmasi membenarkan informasi tersebut. Kata dia, tim dari Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikbud Kabupaten Empat Lawang, sudah meninjau lokasi bangunan sekolah tersebut.

“Banguna sekolah itu merupakan bangunan sekolah kelas jauh SD Negeri 11 Sikap Dalam,” jelas Sopyan Haris, kemarin (4/3).

Kondisi bangunan kata dia, memang beratap seng dan berdinding papan. Bukan bangunan permanen seperti bangunan sekolah induknya di Talang Muara Danau, Desa Tangga Rasa, Kecamatan Sikap Dalam.

“Jarak antara bangunan kelas jauh itu dengan sekolah induknya memang cukup jauh. Kita merencanakan membangun bagunan itu menjadi permanen minimal semi permanen di tahun depan, tapi kini keburu ambruk,” ucapnya.

Disampaikannya, sejauh ini kegiatan belajar mengajar di sekolah itu tidak terpengaruh meski seluruh bangunan ambruk, sebab saat ini sedang dilaksanakan sistem belajar dari rumah, karena pandemi COVID-19.

“Meski demikian kita tetap upayakan perbaikan. Bahkkan hari ini (kemarin, red), masyarakat mulai bergotongroyong membantu perbaikan bangunan sekolah itu. Karena ambruk, material yang ada masih bisa dimanfaatkan,” jelasnya.

Disamping itu sambung Sopyan Haris, pihaknya juga akan menganggarkan pendirian kembali bangunan sekolah itu melalui dana Belanja Tidak Terduga (BTT). “Tapi, tetap kita menunggu kebijakan yang akan diambil kepala dinas,” tukasnya. (eno)

 

Komentar

Berita Lainnya