oleh

Banjir Rendam Rumah Warga di Prabumulih Hingga Kebun Karet

PRABUMULIH – “Seminggu sudah kami tidak bisa nakok, kebun karet kami terendam air,” ujar Dairoh (70), warga Desa Jungai, Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT), Kota Prabumulih, Jumat (31/1/2020). Kendati demikian, dia masih bersyukur lantaran rumahnya belum banjir sehingga masih ada tempat tinggal meskipun tak lagi punya pekerjaan.

“Sekitar 2 ha kebun karet yang banjir, kebunnya di arah Talang Batu,” ujarnya lesuh.

Biasanya, dia bisa menghasilkan Rp2,5 juta selama sebulan dari hasil menyadap karet. Namun semenjak banjir, dia tak bisa menghasilkan uang lagi. Sambil mengarungi banjir di sekitar rumahnya, Dairoh mengaku sesekali mengambil upahan menyadap karet di kebun yang lain  “Tapi tidak terlalu luas, karetnya cuma sedikit,” ujarnya sedih.

Sementara Ruslaiti (38) warga Dusun I, Desa Jungai, kecamatan RKT harus mengungsi karena rumahnya terendam banjir sejak Senin (27/1) malam. “Waktu itu sekitar pukul delapan malam (20.00 WIB, red) kami sedang tidur di rumah dan saat bangun bantal sudah mengapung dan rumah kami penuh dengan air,” ujarnya.

Sambil menunjukkan rumahnya yang terendam, Ibu tiga orang anak itu mengaku terpaksa mengungsi di rumah orang tua nya. “Barang-barang sudah dipindahkan semua, kecuali perabotan dapur,” sebutnya.

Dia pun mengaku anak bungsunya yang masih berusia 10 tahun sudah beberapa hari terakhir sakit dan tak bisa sekolah lantaran banjir. “Karena dia terkejut, pas bangun sudah terendam air dan bantal serta tikar sudah mengapung,” jelasnya seraya mengaku anaknya itu demam batuk filek dan panas.

Salehah, warga Dusun II Desa Jungai, kecamatan Rambang Kapak Tengah juga terlihat sibuk mengumbali kusen di depan rumahnya yang terendam air. “Sudah 4 malam terendam pak,” sebutnya.

Sementara itu, Camat RKT, Danal Safri dibincangi di lokasi rumah warga yang banjir mengaku ada sekitar 7 rumah warga di Dusun I dan Dusun II Jungai yang terendam dan sebagian warga sudah ada yang mengungsi. Pihaknya pun melalui Puskesmas setempat sudah memberikan bantuan berupa pengobatan kepada warga yang terendam.

Sementara itu, kata dia. Untuk saat ini jalan yang juga terendam baru di jalan setapak sedangkan jalan induk belum ada dan jangan sampai terendam. “Informasi dari Kades debit air belum final, dalam artian masih ada kemungkinan bisa naik lagi karena curah hujan sangat tinggi,” jelasnya seraya menyebut di dekat perumahan warga terdapat sungai senuling dan langsung menginduk ke sungai rambang.

Selain rumah, dia juga mengaku ada beberapa perkebunan warga yakni kebun kelapa sawit dan kebun karet yang terendam. “Namun untuk total keseluruhan kebun yang terendam belum didata,” jelasnya.

Kendati demikian, meskipun ada rumah dan kebun warga yang terendam dia memastikan tidak ada Desa atau wilayah yang terisolir karena akses jalan yang banyak.

Kapolsek Rambang Kapak Tengah, Ipda Budiyono juga langsung meninjau ke lokasi banjir dan memberikan bantuan. “Setelah tergenang air langsung ditinjau, untuk kesehatan, Puskesmas RKT juga sudah memberikan pengobatan sedangkan untuk yang mengungsi baru ada 1 orang karena kamar tergenang sampai 1 meter,” sebutnya.

Pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan Kades dan memastikan keamanan tetap terjamin. “Tidak ada yang bisa memanfaatkan rumah yang ditinggalkan karena banjir dan rutin diadakan Poskamling,” tukasnya. (chy)

Komentar

Berita Lainnya