oleh

Banjir, Tol Ngawi-Kertosono Ditutup

-Headline-611 views

Banjir merendam tol Ngawi-Kertosono tepatnya di KM 603-604, Kamis (7/3). Banjir yang disebabkan meluapnya Sungai Glonggong, Kabupaten Madiun sejak Rabu (6/3) malam itu memaksa PT Jasamarga Ngawi Kertosono menutup sementara tol yang menjadi kebanggaan Presiden Joko Widodo itu.

Jalur tergenang air kurang lebih sepanjang 600 meter jalur B, arah Surabaya menuju Solo,’’ kata Manager Area Tol Madiun Sabilah, Kamis(7/3).


Bus menerjang banjir yang menggenang ruas tol Ngawi-Kertosono. Foto: Istimewa
Sedangkan Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono menjelaskan hingga saat ini arus lalin telah dialihkan. Untuk sementara jalur dari Surabaya langsung dibelokkan ke Caruban

“Sehubungan dengan tingginya curah hujan di wilayah Madiun, kami mohon bantuan kepada seluruh pengguna tol ruas Ngawi Kertosono untuk merencanakan perjalanan dan memperhatikan kondisi kendaraan sebagai antisipasi,” kata Manager Umum dan Sumber Daya Manusia (SDM) PT Jasamarga Ngawi-Kertosono (JNK), M Ridwan, Kamis (7/3).

Menurutnya, banjir terjadi karena hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Selasa – Rabu lalu. Hingga pagi tadi, ketinggian air hampir mencapai pembatas atau separator jalan tol. Bahkan, akibat tingginya air, kendaraan besar seperti bus dan truk juga kesulitan untuk melintas.

Sementara itu, Bupati Madiun Ahmad Dawami telah menetapkan status darurat bencana banjir di wilayahnya. “Semua konsentrasi untuk penanganan korban banjir,” kata Ahmad Dawami kepada wartawan di lokasi banjir di wilayah Balerejo, Kabupaten Madiun, Kamis (7/3).

Menurutnya, status darurat bencana banjir ini ditetapkan mulai tanggal 6-19 Maret 2019. Dengan ditetapkannya status darurat bencana banjir, maka biaya yang timbul untuk penanganan bencana tersebut akan ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Madiun.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun mencatat, wilayah terdampak banjir terdapat di 35 desa di delapan kecamatan. Meliputi Kecamatan Madiun, Saradan, Pilangkenceng, Balerejo, Wungu, Sawahan, Mejayan, dan Wonoasri. (ant/wsa/fin/)

Komentar

Berita Lainnya