oleh

Bantuan Mesin Pasteurisasi untuk Pengolahan Susu Kerbau

SUMEKS.CO – Kerbau rawa adalah hewan khas daerah rawa yang banyak dipelihara penduduk yang tinggal di daerah rawa Sumatera Selatan, khususnya di Kecamatan Pampangan, Kabupaten OKI.

Memelihara kerbau adalah bagian kehidupan keseharian masyarakat dan mengolah susu kerbau menjadi makanan khas setempat sudah menjadi budaya turun-temurun.

Daerah rawa di Sumatera Selatan menjadi pusat perhatian akhir-akhir ini. Bukan hanya karena kerbau rawanya, tetapi karena lahan rawanya yang sebagian besar termasuk dalam kesatuan hidrologi gambut (KHG) mengalami kekeringan dan menimbulkan bencana kebakaran.

Perhatian terhadap kerbau rawa meningkat karena memelihara kerbau membutuhkan rawa yang berair, bukan rawa yang kering. Karena itu, upaya memelihara kerbau rawa dapat menjadi pilihan untuk mencegah rawa dari kekeringan.

Selain itu, bila diupayakan dengan serius kerbau rawa tidak hanya menjadi aset (kekayaan) yang statis, tetapi dapat memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat.

Diantaranya adalah susu kerbau. Susu kerbau sudah lama diolah masyarakat setempat menjadi berbagai makanan, diantaranya “gulo puan” dan “sagon puan” yang pada umumnya dijual untuk memperoleh tambahan pendapatan.

Produk olahan ini dijual ke pasar, tidak banyak dinikmati oleh masyarakat setempat. Padahal susu adalah sumber protein hewani yang diperlukan masyarakat semua lapisan umur, khususnya anak-anak.
Memahami persoalan yang terjadi di atas, dan sebagai bagian dari upaya restorasi ekosistem rawa, Badan Restorasi Gambut (BRG) bekerjasama dengan Universitas Sriwijaya (UNSRI) telah melakukan berbagai upaya pembinaan dan pengembangan masyarakat peternak kerbau rawa dan menjadi bagian dari upaya revitalisasi kehidupan (livelihood revitalization) masyarakat setempat.

Selain tetap mendorong masyarakat menghasilkan produk olahan yang sudah dikenal lama (gulo puan), kegiatan kerjasama kedua pihak ini juga membina masyarakat untuk mengolah susu kerbau menjadi produk modern yang dapat dipasarkan kepada masyarakat setempat.

Misalnya, memproduksi minuman jeli susu kerbau yang dapat dipasarkan kepada pelajar setempat, sambil meningkatkan asupan protein dan kalsium bagi mereka.

Susu kerbau juga dapat diolah menjadi berbagai produk lain yang disukai, misalnya permen susu, eskrim, minuman yoghurt, dan lain-lain.

Dalam rangka untuk menjaga keberlanjutan kegiatan pengolahan susu kerbau yang telah dimulai sejak tahun 2018 melalui fasilitasi peralatan produksi dan pengembangan produk olahan, maka UNSRI sebagai mitra BRG memberikan bantuan alat pasteurisasi susu kerbau yang modern dengan kapasitas cukup besar (25L).

Alat ini dapat digunakan untuk memproses susu kerbau menjadi berbagai produk seperti dikemukakan di atas. Alat ini diserahkan langsung oleh Dekan Fakultas Pertanian UNSRI, Prof. Dr. Ir. Andy Mulyana, M.Sc. Kepada Ketua Yayasan Ibnul Falaah (Muhammad Hasan) bertempat di Kampus UNSRI Palembang, disaksikan oleh Dr. Ir. M. Yazid, M.Sc.

Selaku pelaksana kegiatan dan Dr. Takashi Tsuji, seorang peneliti dari Saga University yang tertarik dengan produk olahan susu kerbau yang saat ini sedang melakukan penelitian di Pampangan.

Pada acara serah terima alat pasteurisasi tersebut, Prof. Andy berpesan agar alat modern tersebut dapat digunakan sebaik-baiknya untuk mendorong peningkatan pengolahan susu kerbau yang bermanfaat tidak hanya bagi peningkatan pendapatan, tetapi juga mendorong peningkatan konsumsi susu bagi masyarakat setempat untuk memperbaiki asupan zat gizi.

Dengan pengolahan susu kerbau menggunakan teknik dan peralatan modern, maka rasa dan aroma susu kerbau yang kurang disukai dapat diolah menjadi produk yang disenangi.

Muhammad Hasan, yang menerima alat tersebut mewakili masyarakat, menyambut ajakan untuk meningkatkan produksi dan konsumsi susu kerbau.

Masyarakat setempat membutuhkan berbagai upaya untuk mengangkat nilai dan manfaat produk lokal seperti susu kerbau ini.

Dengan cara ini, maka tidak hanya masyarakat yang memperoleh manfaat, tetapi juga lingkungan dimana kerbau rawa dipelihara dapat dijaga masyarakat keberlanjutannya. Tanpa rawa, tiada kerba rawa. Rawa lestari, perternak kerbau berseri (adv).

Komentar

Berita Lainnya