oleh

Banyak Petani Merugi Jedol Hanyut Terseret Arus

MURATARA – Meningkatnya debit aliran sungai Rupit dan Rawas di wilayah Kabupaten Muratara, menimbulkan ke khawatiran bagi petani karet lokal. Pasalnya, banyak warga yang menaruh hasil perkebunan seperti jedol karet di rakit apung, pinggir aliran sungai ikut hanyut terseret arus.

Dudi warga Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara saat dibincangi Jumat (13/12), menuturkan. Akibat banjir disertai lumpur di aliran sungai Rupit, dia mengaku harus mengganti Jutaan rupiah karena sejumlah jedol karet milik warga yang dititipkan dirakitnya mendadak hilang.

“Kemarin banyak sampah kayu numbur rakit-rakit milik warga. Kami biasa menyimpan hasil sadap (jedol karet, red) di rakit sebelum di jual. Karena arus sungai deras banyak hasil sadap hilang terseret arus,”katanya.

Dia mengungkapkan, tidak sedikit warga yang memiliki rakit di wilayah Muratara, kehilangan jedol karet seperti dirinya. Menurutnya, arus sungai saat ini memang belum terlalu dalam karena merupakan banjir pertama. Namun luapan sungai itu di sertai lumpur dan sampah, dan membuat sejumlah rakit apung milik warga alami kerusakan.

Dia mengaku, tidak menutup kemungkinan, dalam minggu-minggu ini akan terjadi banjir dengan sekala yang lebih besar lagi di Muratara. Mengingat intensitas hujan di wilayah ini terus meningkat.

“Banjir pertama banyak warga yang idak siap, jadi banyak bal sadap karet yang hilang, rakit rusak di tumbur kayu, ado jugo rakit warga yang melok hanyut. Kami takut banjir yang kedua, lebih dalam lagi arusnyo,” bebernya. Dudi mengungkapkan, fenomena banjir tahunan di Muratara, memang kerap kali merugikan masyarakat yang mayoritas petani.
“Selain dan biso nyadap getah, celengan yang direndam di sungai biso ilang diseret banjir,” tegasnya. Kepala BPBD Muratara, Syarmidi mengimbau agar masyarakat tetap waspada seiring meningkatnya potensi banjir di wilayah Muratara.

Dia meminta agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di tepian sungai, karena dua aliran sungai di Muratara tengah alami peningkatan. “Kita minta warga tetap waspada karena curah hujan terus meningkat. Informasi yang kami dapat, puncak musim penghujan akan terjadi di awal tahun nanti,” timpanya.

BPBD mengaku sudah melakukan beragam persiapan seperti personil, peralatan dan sarana untuk menghadapi potensi bencana banjir tahunan di wilayah Muratara. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya