oleh

Banyak Utang, Kompetisi Masih Tetap Jalan

JAKARTA – Meskipun, PT LIB masih menunggak banyak utang kepada klub, namun Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) persilakan PT Liga Indonesia Baru (LIB) memutar kompetisi Liga 1 2019. Kompetisi kasta tertinggi Indonesia tersebut akan dieksekusi mulai 15 Mei nanti.

“Tapi kami tetap kawal. Kalau di tengah jalan ada permasalahan kita tinjau lagi,” terang Ketua BOPI Richard Sam Bera usai berikan rekomendasi pelaksanaan Liga 1 kepada PT LIB di Media Center Kemenpora jumat (10/5).

Utang PT LIB kepada 18 klub meliputi dana rating dan rangking liga 1 2017. Nilainya variatif tapi jumlahnya miliaran rupiah. Kemudian subsidi Elite Pro Academy kepada 18 klub dengan masing-masing klub mendapatkan dana Rp2,5miliar. Belum lagi uang juara Bhayangkara FC musim 2017 sebesar Rp3 miliar dan hadiah Juara Liga 2 2017 sebesar Rp1 miliar.

Jika klub yang punya utang saja bisa gagal berkompetisi, kenapa PT LIB masih banyak utang bisa gelar kompetisi? “Yang kami perhatikan adalah kemampuan finansial mereka untuk gulirkan kompetisi ke depan. Mereka ada plan. Bisnis plannya sepeti apa. Kami konfiden bisnis plan yang mereka ajukan,”tambah Richard.

Sementara itu, Plt Direktur Utama PT LIB Dirk Soplanit berjanji akan melunasi utang kepada klub. Di antaranya meliputi pembayaran program Elite Pro Academy dan subsidi pada musim 2017. Totalnya mencapai puluhan miliar.

Untuk penyelesaian ini, diklaim sudah membahas skema pembayarannya dengan klub. Hanya, dia tidak bisa memberikan garansi sampai kapan masalah utang tersebut diselesaikan. Sebab, keuangan PT LIB bergantung pada pencairan dana dari sponsor.

“Kami akan kawal penyelesaiannya mengingat kompetisi ini didukung sponsor dan sponsor tidak langsung melontarkan dana tapi ada tahapannya,” ungkap Dirk. (kmd)

Komentar

Berita Lainnya