oleh

Banyuasin dan Palembang Keluar dari Zona Resiko Tinggi, Tapi Tetap Waspada!

JAKARTA – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC-19) Kembali memberikan perkembangan terbaru terkait pemetaan zonasi risiko daerah di seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Tim Pakar GTPPC-19, pergerakan zonasi risiko daerah terpapar COVID-19 mengalami perubahan lebih baik.

“Selama tujuh pekan terakhir terjadi perkembangan yang sangat signifikan, Jika di akhir Mei zona merah (risiko tinggi) tersebar di 108 kabupaten/kota, kini per tanggal 12 Juli zona merah hanya tersebar di 55 kabupaten /kota,” ujar Wiku, Ketua Tim Pakar GTPPC-19, kemarin. Dari jumlah tersebut, terdapat daerah yang bisa mengubah zonasinya dari tinggi menjadi tidak terdampak.

“Jika melihat zona hijau (tidak terdampak) cukup banyak daerah di Indonesia yang mengubah zonasinya dari zona tinggi, sedang dan rendah untuk menjadi zona tidak terdampak atau tidak ada kasus,” bebernya.

Pakar epidemologi ini menambahkan, meskipun menunjukan trend membaik, masyarakat diharapkan tetap waspada. “Kewaspadaan tetap harus dijaga agar makin lama makin membaik lagi,” tambahnya.

Dari laporannya, terdapat beberapa daerah yang menjadi perhatian karenakan jumlah kasusnya tinggi. Provinsi yang menjadi perhatian karena jumlah kasus tinggi dan insidensinya tinggi seperti Jawa Timur dengan 16.658 kasus, DKI Jakarta 14.517 kasus, Sulawesi Selatan 6.973 kasus, Jawa Tengah 5.473 kasus, Jawa Barat 5.007 kasus, Kalimantan Selatan 4.146 kasus, Sumatera Utara 2.323 kasus dan Papua 2.267 kasus. Total dari delapan provinsi ini 74 persen dari seluruh kasus di Indonesia.

Wiku menghimbau untuk meningkatkan pemeriksaan, pelacakan dan pengobatan di delapan provinsi tersebut, guna menurunkan jumlah kasus di tiap provinsinya.

“Perlu ditingkatkan tiga T, Testing, Tracing dan Treatment. Dengan harapan kasus ini akan bisa menurun dan lebih baik dan kondisi secara keseluruhan lebih baik,” jelasnya.

“Pimpinan daerah dan masyarakat mari bekerja sama agar seluruh wilayah di Indonesia menjadi membaik dengan cara menerapkan protokol Kesehatan yang dijalankan secara individu ataupun kolektif,” tambahnya.

Dewi Nur Aisyah, Epidemiologi dan Informatika Penyakit Menular dari Tim Pakar Gugus Tugas mengungkapkan, terdapat 54 kabupaten/kota yang tidak terdampak atau tidak tercatat kasus positif atau masuk dalam kategori zona hijau.

Kemudian 48 kabupaten/kota tidak ada kasus (hijau) dimana sebelumnya pernah terdampak dan tak ada kasus dalam 4 minggu terakhir dan angka kesembuhan 100 persen. Salah satunya Sumsel di Kabupaten OKU Selatan.

Selanjutnya ada 31 kabupaten/kota dari risiko tinggi menjadi sedang. Dua daerah di Sumsel yang berhasil, yakni Kabupaten Banyuasin dan Kota Palembang.

Terdapat empat kabupaten/kota dalam empat minggu tidak ada kasus ditemukan kembali, yakni salah satunya di Muratara. Kemudian dari resiko rendah menjadi sedang, di Sumsel ada di Pagar Alam dan Prabumulih. (rei)

Komentar

Berita Lainnya