oleh

Banyuasin Punya Brand Beras, ini Namanya

PANGKALAN BALAI – Bupati Banyuasin H Askolani Jasi mengunjungi Rice Miling Plaint (RMP) pabrik pengolahan beras Mulia Sejahtera KTM Desa Mulya Sari, Kecamatan Tanjung Lago, Sabtu (2/1).

Pabrik ini rencana menjadi salah satu tempat pengolahan gabah kering giling (BKG) menjadi beras dari petani Kabupaten Banyuasin, yang kemudian dikemas menjadi Beras Sedulang Setudung yang dikelola oleh BUMD Sei Sembilang.

Tidak hanya disini, RMU milik masyarakat di Kecamatan Muara Telang dan Kecamatan penghasil Gabah Kering Giling lainnya juga dikoordinir sebagai penyuplai beras untuk dikemas menjadi Beras Sedulang Setudung yang sudah dilaunching oleh Bupati H Askolani dan Wabup H Slamet Somosentono.

Sejauh ini, Beras Sedulang Setudung sudah mampu memenuhi pesanan khusus untuk memenuhi kebutuhan beras sekitar 2.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Banyuasin.

“Saya mengunjungi RMP/RMU Mulia Sejahtera KTM Desa Mulya Sari Kecamatan Tanjung Lago ini, untuk memastikan bahwa beras Sedulang Setudung yang sudah di Lauching adalah beras hasil petani Kabupaten Banyuasin,” H Askolani didampingi Direktur BUMD Sei Sembilang Ardiansyah SIP Msi, Kepala Bappeda Litbang H Kosarudin, Kadisnaketran Noor Yosept, Kadis Pertanian Zainudin, Plt Kadis Ketahanan Pangan Ir Romlah, Kadis Koperindag Erwin Ibrahim, Kadis Perkebunan dan Peternakan Idil Fitri dan Kepala BPBD Ir Alpian Sholeh.

Tidak hanya di RMP Mulia Sejahtera KTM Desa Mulya Sari saja, terang Askolani, namun stok beras juga dihimpun oleh BUMD Sei Sembilang dari pabrik-pabrik RMU milik petani di Kecamatan Muara Telang dan sejumlah kecamatan lainnya.

“Tujuan kita membuat brand beras Sedulang Setudung ini untuk mendongkrak penghasilan para petani di Banyuasin agar lebih baik dan lebih sejahtera, maka kita pastikan beras Sedulang Setudung ini bahan bakunya dari padi hasil panen petani Banyuasin,” tegasnya.

Dikatakan Askolani, dari segi stok Gabah Kering Giling, Banyuasin tidak kekurangan. Maka ke depan agar lebih maksimal, pihaknya akan merevitalisasi pabrik RMP Mulia Sari ini agar produksinya semakin baik.

“Di RMP Mulia Sari ini, gudang penampungan GKG berkapasitas 300 ton, sedangkan pabriknya mampu memproduksi 20 ton perhari. Kapasitas Produksi Drayer pengeringan 9-10 ton/produksi, giling infut 2-3 ton perjam dan giling outfut 4-5 ton perjam, ” terangnya.

Kedepan, lanjut Bupati Inovatif 2019 ini pihaknya akan mengkontrol arus produksi hasil panen petani agar tidak dijual keluar Kabupaten Banyuasin. Maka konsepnya kegiatan petani harus di perhatikan mulai dari modal, proses tanam, pemupukan hingga panen. Bahkan Pemkab Banyuasin melalui BUMD Sei Sembilang akan berusaha maksimal akan membeli GKG hasil panen para petani dan disimpang di lumbung-lumbung sebelum di pabrik menjadi beras.

“Untuk merubah proses bayar setelah panen (Yarnen) yang selama ini terjadi tidaklah mudah, namun ini menjadi tantangan kita dan harus bisa. Dan dirinya optimis petani akan mendukung karena mereka akan lebih terhormat dengan hadirnya brand beras Sedulang Setudung kualitas medium dan premium, yang merupakan hasil panen mereka,” katanya.

Direktur BUMD Sei Sembilang Ardiansyah SIP MSi menegaskan bahwa masyarakat Kabupaten Banyuasin harus bangga memiliki pemimpin seperti Bupati Banyuasin H Askolani dan Wabup H Slamet yang sangat jelas memiliki komitmen kuat untuk membangkit petani dengan membuat brand beras Sedulang Setudung.

“Hadirnya brand Beras Sedulang Setudung ini tujuannya tidak lain untuk menjawab spekulasi selama ini bahwa Banyuasin penghasil Gabah terbesar tapi beras dikuasi Propinsi lain, tidak punya merek beras yang bisa dibanggakan. Dengan visi yang jelas Pak Bupati dan Pak Wabup berani melakukan terobosan ini demi kesejahteraan para petani,” terangnya.

BUMD Sei Sembilang, lanjut Ardiansyah, akan sekuat tenaga untuk mewujudkan mimpi besar Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin terkait hadirnya beras Sedulang Setudung ini.

“Beras yang kita produksi ini, bahan bakunya dari Petani Kabupaten Banyuasin yang ada di Kecamatan Tanjung Lago, Muara Telang, dan kecamatan lainnya,” tegasnya.

Untuk tahap awal, pihaknya baru mampu memenuhi pesanan khusus untuk beras ASN Kabupaten Banyuasin. Namun jika semua pabrik yang ada sudah maksimal maka pihaknya akan optimis memenuhi pangsa pasar di Sumatera Selatan.

“Sesuai arahan pak Bupati, maka kita akan melakukan revitalisasi RMP Telang Sari ini, dan juga memaksimalkan Pabrik beras yang tersebar di beberapa Kecamatan agar produksinya semakin baik,” tandasnya.

Sementara itu, Kadisnakertran Banyuasin Noor Yosept mengatakan RMP Mulia Sejahtera KTM Desa Mulya Sari Kecamatan Tanjung Lago di dirikan tahun 2011 yang merupakan bantuan dari Direktorat Jendral Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI.
Pengelolaan RMP ini kelola oleh KSU BMT Trans KTM Tanjung Lago berdasarkan SK Kadis Nakertran Nomor 840/2555/Nakertrans/5/2011.

“Gudang penampungan GKG berkapasitas 300 ton, sedangkan pabriknya mampu memproduksi 20 ton perhari. Kapasitas Produksi Drayer pengeringan 9-10 ton/produksi, giling input 2-3 ton perjam dan giling output 4-5 ton per jam. Stok bahan baku rata-rata 42,8 ton, maka perlu kita tingkatkan dengan tambahan modal sehingga mampu membeli hasil panen para petani,” jelasnya.

Bahan bakunya terang Noor Yosept berasal dari Petani, karena RMP Mulia Sari ini menjalin kemitraan dengan Gapoktan dengan jenis Kemitraan Pengadaan bahan baku.

Produksi beras hasil RMP Mulia Sari ini sudah memenuhi permintaan Dinas di Kabupaten Banyuasin, Koperasi Kampus Universitas Tridinanti, Ponpes Assalam Sungai Lilin Muba, Toko Konco Tani dan UKM Mart hanya saja belum ada brand mereknya.

“Alhamdulillah, dengan BUMD Sei Sembilang pak Bupati meluncurkan brand beras Sedulang Setudung lengkap dengan perizinannya. Kita harus bangga dan harus kita dukung karena ini mengangkat nama Kabupaten Banyuasin dan mensejahterakan petani karena tidak terikat dengan para tengkulak lagi,” tandasnya. (ktr1)

Komentar

Berita Lainnya