oleh

Bapak “Gagahi” Anak Kandung Hingga 3 Kali

PRABUMULIH – Apa yang dilakukan Ipcan (56) benar-benar tak patut ditiru. Betapa tidak, warga yang beralamat di Jalan Sosial, kelurahan Majasari, Kota Prabumulih itu tega menggauli putri kandungnya sendiri.

Perbuatan Ipcan terungkap. Bermula dari laporan anaknya Bunga-bukan nama sebenarnya (17) yang merupakan anak kandungnya dari istri keduanya.

Bunga yang merupakan pelajar kelas XII di salah-satu SMA di kota Prabumulih itu mengaku sudah 3 kali digauli sang ayah di rumahnya. Bahkan setiap melancarkan aksi bejatnya tersebut, pelaku selalu mengancam akan membunuhnya.

Sementara itu, mendapati laporan korban, anggota Satreskrim Polres Prabumulih langsung melakukan penyelidikan. Melakukan visum dan pemeriksaan saksi-saksi dan mengamankan pelaku di rumahnya, Rabu (30/1) sekitar pukul 22.00 WIB.

Dihadapan petugas, pelaku yang merupakan pensiunan PLN itu mengelak sudah melakukan perbuatan haram tersebut. “Aku baru tahu disinilah pak. Karena waktu ditangkap di rumah juga tidak dijelaskan karena apa,” akunya.

Dirinya pun membantah sudah melakukan perbuatan tersebut. “Aku ngancam idak, aku memperkosa dio jugo idak. Cuman aku galak nekani dio karena ado BPKB mobil diambeknyo . Sampai sekarang dak dikembalikannyo sudah 11 bulan pak,” sambungnya.

Hanya saja, dirinya mengaku kalau Bunga (bukan nama sebenarnya) merupakan anak kelima dari  lima bersaudara. Dan anak kandungnya dari istri kedua.

Sementara itu, Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutauruk melalui Kasat Reskrim Polres Prabumulih AKP Abdul Rahman membenarkan. Pihaknya berhasil mengamankan pelaku pemerkosaan anak kandung dan masih dibawah umur.

“Dari hasil visum sudah jelas korban pemerkosaan dan pelakunya bapak kandungnya sendiri. Kami juga sudah mendapatkan bukti dan pemeriksaan saksi-saksi,” imbuhnya.

Dalam melancarkan aksinya, pelaku selalu mengancam korban akan dibunuh. Dan berdasarkan pengakuan korban, pelaku sudah 3 kali melakukannya. “Atas perbuatannya pelaku dikenakan Pasal 81 UU nomor 35/2014 dengan ancaman hingga 20 tahun penjara,” tukasnya. (chy)

Komentar

Berita Lainnya