oleh

Baru 30 Persen Petani Karet Gabung UPPB

BANYUASIN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin bakal mendorong petani karet untuk segera bergabung dengan Unit Pengelolaan dan Pemasaran Bokar (UPPB). Sehingga harga jual karet petani dapat meningkat atau tinggi.”Kita akan dorong petani untuk ikut UPPB,”kata Bupati Banyuasin Askolani Jasi SH MH, ketika ditemui kemarin.

Diakuinya kalau belum banyak petani karet tergabung dalam Unit Pengelolaan dan Pemasaran Bokar (UPPB).”Baru 30 persen petani yang gabung,”jelasnya.

Kedepannya pihaknya akan sosialisasi kepada petani karet, akan pentingnya bergabung dengan Unit Pengelolaan dan Pemasaran Bokar (UPPB).”Saya instruksikan kepada dinas pertanian untuk bergerak,”tukasnya.

Diakuinya kalau nilai jual karet petani, jika dijual kepada pengepul, dikisaran Rp 6.000 – Rp 7.000.”Tapi gabung UPPB, bisa capai Rp 8.000 – Rp 9.000,”tegasnya. Pastinya memutus mata rantai tengkulak.

Apalagi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo sudah menginstruksikan kepada Kementerian PU PR Republik Indonesia, untuk menyerap karet asal petani Banyuasin dan wilayah lain dengan harga cukup tinggi.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Banyuasin Syamsul Bahri mengatakan kalau sampai saat ini baru ada 55 Unit Pengelolaan dan Pemasaran Bokar (UPPB) di Banyuasin.”Kita akan tingkatkan lagi,”katanya.(qda)

Komentar

Berita Lainnya