oleh

Baru 5 Persen Wajib Pajak Badan Lapor SPT

PALEMBANG – Peluang Akuntan Publik (AP) di Indonesia bahkan di wilayah timur belum ada. Berdasarkan data, klien audit KAP sekitar 35 ribu entitas atau sekitar 5 persen wajib pajak badan yang melaporkan SPT ke Dirjen Perbendaharaan (DjP)

“Jadi wajib pajak badan harus melampirkan laporan keuangan hanya 5 persen. Artinya peluang pekerjaan audit masih terbuka lebar, ” Kata Umum Institut Akuntan Publik Indonesia KetuaTarkosunaryo, MBA., CPA pada seminar Nasional yang berjudul “Peluang dan Tantangan Akuntan di Era Milenial” secara daring melalui aplikasi Zoom Sabtu (7/11)

Menurutnya, Akuntan publik ini berperan dalam perekonomian diantaranya pendidikan, ketenagakerjaan, pasar modal, pasar uang dan lainnya. Hingga investasi , keuangan negara blud dan bahkan audit terhadap harta kekayaan para peserta (calon) kepala daerah. “Ada banyak peluang dan lini sektor yang bisa di masuki, ”

Saat ini jumlah Kantor Akuntan Publik dan Akuntan Publik di Indonesia per 30 April 2020 berjumlah 631 Kantor Akuntan Publik (473 Pusat dan 158 Cabang) dan 1.422 Akuntan Publik.

Berdasarkan usia, data statistik Akuntan Publik, terdiri dari < 30 tahun: 21 orang; 30 s/d 40 tahun: 275 orang; 41 s/d 50 tahun: 413 orang; 51 s/d 60 tahun: 361 orang; dan > 60 tahun: 352 orang.

Jumlah ini menunjukkan jumlah yang sangat signifikan jauhnya yang menunjukkan bahwa masih sedikitnya peminat dari pemegang RNA untuk menjadi Akuntan Publik atau mendapat gelar CPA (Certified Public Accountant). “Jumlaj akuntan publik yang berusia muda (millenial) masih sangat minim, ”

Berdasarkan kondisi tersebut, dalam rangka mengkaji lebih dalam serta mengkolaborasikan gagasan dan pengalaman bagaimana peluang akuntan publik di era milenial

Dekan Fakultas Ekonomi, Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Mohamad Adam, SE, ME mengungkapkan, Seminar Nasional ini telah diikuti oleh 637 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, dan dari berbagai kalangan yang meliputi 66,1% mahasiswa, 8,8% Dosen, Praktisi 7,7%, dan peserta dari umum sebanyak 17,4%.

Setelah mengikuti webinar ini, para peserta khususnya mahasiswa dan akuntan muda diharapkan dapat lebih memahami mengenai peluang dan tantangan karir di dunia akuntan. Sehingga mereka dapat menentukan langkah ke depannya dengan yakin dan percaya diri untuk terjun di dunia akuntan, khususnya dunia Kantor Akuntan Publik (KAP) dan Kantor Jasa Akuntan (KJA). (Yun)

Komentar

Berita Lainnya