oleh

Baru 7 Meninggal, India Sudah Tutup Semua Layanan Transportasi Umum

NEW DELHI – Pemerintah India bergerak cepat dalam mengantisipasi penyebaran virus corona agar tidak meluas. Mulai hari ini, Minggu (22/3/2020) semua layanan transportasi umum ditutup hingga 31 Maret.

Dikutip Pojoksatu.id dari Newindianexpress.com, semua kereta penumpang, metro, layanan bus antar negara dihentikan hingga 31 Maret. Sepenuhnya dikunci (lockdown) di 75 distrik di negara tersebut.

Keputusan ini diambil setelah pertemuan tingkat tinggi yang dihadiri oleh kepala sekretaris semua negara bagian dan sekretaris kabinet serta sekretaris utama perdana menteri.

Kereta yang merupakan salah satu sarana transportasi utama warga India (kereta Metro) ditutup di seluruh negeri termasuk Delhi, Lucknow, Kolkata, Bangalore, dan lainnya hingga akhir bulan ini. Hal itu dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Sebanyak 70 kabupaten yang telah melaporkan kasus virus corona atau kematian yang dikonfirmasi hanya akan menjalankan layanan publik yang penting sampai tanggal itu, kata siaran pers pemerintah.

Jutaan masyarakat India juga mengikuti permintaan Perdana Menteri, Narendra Modi agar tidak keluar rumah. Modi memberlakukan jam malam panjang selama 14 jam yang dimulai pukul 07.00 pagi.

Itu berarti dengan kebijakan yang diberi nama ‘Janta Curfew’ ini, warga tidak beraktivitas di luar rumah dari pagi sampai malam. Kecuali untuk hal yang sangat mendesak.

Kepatuhan warga akan permintaan Modi itu menambah kekuatan luar biasa dalam perjuangan melawan penyakit mematikan asal Wuhan, China itu.

“Di tengah pandemi global saat ini dari Virus Corona, karena mengandung penyebaran lebih lanjut melalui kedekatan antar manusia, telah diputuskan untuk menutup layanan kereta metro di semua jaringan operasional di seluruh negeri hingga 31 Maret 2020,” pernyataan pemerintah setempat.

Hingga Minggu (22/3/2020) malam ini, terkonfirmasi di India tercatat 360 kasus positif corona. Dari jumlah tersebut tujuh di antaranya meninggal dunia dan 24 dinyatakan sembuh.

Bandingkan dengan sejumlah daerah di Indonesia yang sarana transportasinya masih aktif. Padahal tercatat sudah 514 kasus di Indonesia, 48 diantaranya meninggal dunia dan 29 sudah sembuh. (fat/pojoksatu)

Komentar

Berita Lainnya