oleh

Baru 9 Persen Tenaga Kontruksi di Muara Enim Bersertifikasi

-Sumsel-417 views
MUARA ENIM – Sekda Muara Enim, Ir H Hasanudin MSI, mengaku prihatin dengan tenaga kerja kontruksi yang di Muara Enim. Soalnya sesuai data yang LPJK secara nasional jumlah tenaga kerja  kontruksi  yang tersertifikasi hingga saat ini baru 702.279 orang atau 9 persen dari total 8 juta tenaga kerja kontruksi.

“Ini harus kita sikapi, kita harus mampu bersaing diera globalisasi saa ini. Era sekarang jangan pernah menganggap sepele dengan kondisi yang terjadi saat ini,” tegas Sekda dihadapan peserta pembekalan dan sertifikasi tenaga terampil yang diselanggarakan Dinas PUPR  di hotel Griya Sintesa, Kamis (28/11).

Menurut Sekda, jika tenaga kerja lokal tidak mampu bersaing, maka pekerjaan Kontruksi akan diambil alih tenaga asing.

“Saat ini begitu banyak tenaga kerja asing masuk ke Indonesia yang sudah bekerja pada tatanya semestinya cukup dikerjakan tenaga kerja lokal. Mereka bekerja di proyek kontruksi strategis seperti PLTU,” jelasnya.

Ini, lanjutnya,  pekerja besar yang harus disikapi. Jika tidak segera disikapi, maka tenaga kerja kontruksi lokal akan tersingkirkan alias kelebu.

Pertanyaannya, lanjutnya, kenapa seperti ini. Karena  tidak menyiapkan tenaga tenaga terampil, dibidangnya khususnya dibidang kontruksi. “Kita tidak mampu bersaing dengan tenaga kerja asing,” jelasnya.

Sementara itu, Kasi Balai Jasa Kontruksi Sumsel, Bayu, pada acara itu mengatakan, sektor kontruksi di Indonesia diperkirakan bernilai Rp 446 triliun, menyumbang sekitar 14 persen  PDB Indoensia. Setidaknya, lanjutnya dari  setiap Rp 1 triliun pembangunan  infrastruktur dibutuhkan 14 ribu tenaga kerja  kontruksi.

Namun demikian, lanjutnya, data dari PPJK nasional  menunjukkan bahwa jumlah  tenaga kerja  kontruksi yang tersertifikasi  hingga saat ini  baru 702.279 orang  dari total sebanyak 8 juta tenaga kerja kontruksi atau 9 persen.

Untuk menambah jumlah tenaga kerja kontruksi bersertifikasi, Kementerian PUPR memiliki program percepatan  sertifikasi  dengan mengembangkan  beberapa metode. (ozi)

Komentar

Berita Lainnya