oleh

Baru, di Saudi Wanita Boleh jadi Militer

-Dunia-80 views

Sumeks.Co – Pemerintah Arab melalui Kementerian Luar Negeri Saudi menyampaikan, dalam waktu dekat akan membuat kebijakan baru, terkait memperbolehkan bagi kaum perempuan masuk menjadi pasukan militer.

“Sebuah langkah untuk pemberdayaan wanita. Perempuan Saudi bisa menjadi prajurit tingkat satu dengan pangkat kopral atau sersan,” kata seorang perwakilan kementerian seperti dikutip AFP, Kamis (10/10).

Keputusan tersebut merupakan salah satu upaya Saudi untuk meningkatkan hak-hak kaum perempuan, dan perluasan reformasi ekonomi dan sosial. Keputusan itu telah mendapat persetujuan dari Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS).

Sebelumnya Arab Saudi telah membolehkan perempuan bergabung dengan pasukan keamanan, dan mengizinkan mereka untuk menyetir kendaraan dan bepergian ke luar negeri tanpa perlu izin dari ‘wali’ laki-laki.

Baru-baru ini, Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan aturan yang membolehkan wisatawan asing berbeda jenis kelamin dan belum menikah tinggal sekamar di penginapan yang mereka sewa. Hal ini mereka lakukan sebagai tindak lanjut dari keputusan mulai memberikan visa untuk keperluan wisata. (der/afp/fin)

melalui Kementerian Luar Negeri Saudi menyampaikan, bahwa dalam waktu dekat akan membuat kebijakan baru, terkait memperbolehkan bagi kaum perempuan masuk menjadi pasukan militer.

“Sebuah langkah untuk pemberdayaan wanita. Perempuan Saudi bisa menjadi prajurit tingkat satu dengan pangkat kopral atau sersan,” kata seorang perwakilan kementerian seperti dikutip AFP, Kamis (10/10).

Keputusan tersebut merupakan salah satu upaya Saudi untuk meningkatkan hak-hak kaum perempuan, dan perluasan reformasi ekonomi dan sosial. Keputusan itu telah mendapat persetujuan dari Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS).

Sebelumnya Arab Saudi telah membolehkan perempuan bergabung dengan pasukan keamanan, dan mengizinkan mereka untuk menyetir kendaraan dan bepergian ke luar negeri tanpa perlu izin dari ‘wali’ laki-laki.

Baru-baru ini, Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan aturan yang membolehkan wisatawan asing berbeda jenis kelamin dan belum menikah tinggal sekamar di penginapan yang mereka sewa. Hal ini mereka lakukan sebagai tindak lanjut dari keputusan mulai memberikan visa untuk keperluan wisata. (der/afp/fin)

Komentar

Berita Lainnya