oleh

Batita ini Tewas Tergantung

-Hukum-352 views

PALEMBANG – Meri (28) kaget saat menemukan keponakannya Putri Rahayu (2,5) sudah tergantung di jendela, Rabu (6/2) sekitar pukul 15.30 WIB. Meri yang mengalami tunarungu ini langsung membawa keponakannya itu ke rumah ibunya yang ada di depan, di Jl Lunjuk Jaya, Gg Poli Indah, Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Barat (IB) I.

Usai dibawa ke rumah ibunya yang ada di depan, Putri Rahayu coba dibangunkan ternyata tidak bangun. Dan langsung dilarikan ke rumah sakit Siti Khodijah. Namun sayang nyawa bocah perempuan ini tidak dapat diselamatkan.

“Meri itu datang bawa Putri dari belakang. Terus kasihke Putri ke aku dengan bahasa isyarat Meri ni ngomong kalau putri tu meninggal,” kata Ida (42) bibi korban.

Menurut Ida, saat putri berada di pangkuannya , ia sudah berusaha mengurut-ngurutnya agar putri dapat bangun, ternyata masih tidak bangun juga. “Bahkan pas diurut itu , la dak katek napas lagi, makonyo langsung dilarike ke rumah sakit,” ujarnya saat ditemui di rumahnya , Jumat (8/2).

Dikatakan Ida, sebelum kejadian, Meri datang ke rumah Putri. Dimana saat itu putri di tinggal sendirian sedang tidur di rumahnya, sementara ibunya bekerja. Saat Meri akan mandi ia hendak melihat Putri dulu sudah bangun atau belum, tapi saat akan ke rumah korban, Meri melihat keponakannya itu sudah tergantung di jendela tanpa pakaian dan hanya menggunakan celana dalam.

“Kata Meri , saat itu Putri tergantung di jendela rumah menggunakan pakaian yang ia pakai. Dan cuma pake celano dalam pas dio tergantung itu,” tuturnya.

Nenek Putri, Siti (52) mengatakan tidak ada yang janggal dari kematian putri. Karena memang Putri biasa ditinggal sendiri, ketika tidur siang. Sedangkan orang tuanya bekerja.

“Pintu ditutup tapi idak di kunci. Mungkin Dio nak keluar dak biso buka pintu jadi Dio nak cubo manjat lewat jendela ruponyo tesangkut di baju dio tula lehernyo,” ujarnya.

Dicek ke TKP, seluruh keluarga berkaitan antar rumah berdekatan. Dan korban pertama kali ditemukan oleh seorang perempuan yang diketahui masih keluarga tapi tidak bisa berbicara (bisu,red),”urainya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara membenarkan, pihaknya telah menerima laporang pengaduan (LP) ditemukannya mayat anak-anak berusia dua tahun.

“Iya benar , telah menerima informasi dari warga. Kemudian tim langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), Follow-up data keterangan orang tua korban yang tidak terima kematian anaknya,” ujar Yon, Jumat (8/2).

Orang tua korban keseharian sebagai penjaga malam yang biasa meninggalkan anaknya di rumah.

“Dicek ke TKP, seluruh keluarga berkaitan antar rumah berdekatan. Dan korban pertama kali ditemukan oleh seorang perempuan yang diketahui masih keluarga tapi tidak bisa berbicara (bisu),” urainya.

Pasca kejadian tim langsung dibagi, dan korban dibawa ke rumah sakit untuk diketahui kondisi secara medis.

“Dilakukan visum hanya sebatas luar, sesuai permintaan keluarga mengingat kondisi korban baru dua tahun,” sambungnya lagi.

Petugas, sudah mencari informasi dari saksi yang masih keluarga-keluarga korban. “Korban ditemukan pertama kali oleh perempuan yang tidak bisa bicara dan tidak pernah sekolah jadi petugas sedikit kesulitan sebab saksi hanya bisa berkomunikasi dengan menggunakan bahasa isyarat yang tidak di sekolah,” tuturnya lagi.

Ia menegaskan, seyogyanya memang harus ada visum. Tapi permintaan keluarga korban tidak mau dilakukan. “Latar belakang secara medikal masih menunggu visum,”urainya.

Mengingat tidak dilakukan visum secara menyeluruh, jika diperlukan nanti akan dilakukan pembongkaran kembali. (wly/nni)

Komentar

Berita Lainnya