oleh

Batu Akik di Daerah ini Masih Eksis

LUBUKLINGGAU – Batu akik tidak pernah ada matinya. Penggiat dan komunitasnya masih banyak, tidak mengenal kasta atau tingkatan di tengah masyarakat.

Di Lubuklinggau, penggiat dan komunitas batu akik antar sesama mereka masih menjalin komunikasi serta silaturahmi. Salah satu diantaranya lewat gelaran kontes batu akik yang melombakan kelas lokal yakni cempaka dan anggur klasik, Jumat (18/1).

Kontes batu akik tersebut diikuti ratusan peserta dengan menampilkan batu unggulan dari masing-masing peserta. Lomba digelar Perkobakin Korwil Lubuklinggau, Musi Rawas (Mura) dan Musi Rawas Utara (Muratara) di Jl Lapter, Markas Gamestone Aurora.

“Penilaian kita itu mulai dari pewarnaan, kejernihan, klaster, bentuk asahan dan keeserasian dengan ring,” kata Ketua Pelaksana yang juga Ketua Perkobakin Korwil Lubuklinggau, Mura dan Muratara yakni Ifwan Setiabudi.

Selain itu, diajang kontes batu akik tersebut ada pula batu akik yang dijual. Dimana batu akik kontes jenis chalcedony yang dikonteskan rata-rata merupakan batu akik lokal yang sebagian besar bahannya dari wilayah Kabupaten Muratara. Kualitasnya tidak jauh beda dengan batu akik wilayah lain.

“Untuk harganya, itu seharga motor. Ada juga harga terendah,” timpalnya.

Ifwan menjelaskan, gelaran kontes batu akik yang dihelat pihaknya berlangsung satu hari. Kontes tersebut bertujuan untuk menggugah pemerintah maupun masyarakat yang masih peduli terhadap batu akik.

“Peduli batu akik ini juga peduli pada masyarakat. Karena kita tahu sendiri pada saat buming batu kemarin, banyak hal-hal yang mendongkrak atau menurunkan,” bebernya. (wek)

Komentar

Berita Lainnya