oleh

Bawa 30 Kg Sabu, Warga 16 Ulu Palembang Ditembak Mati

SUMEKS.CO – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) berhasil mengungkap peredaran narkoba jaringan Malaysia-Medan-Aceh dengan menangkap empat tersangka, satu diantaranya ditembak mati.

Satu yang tewas ditembak atas AR, (25) warga Jalan Banten, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Sumatera Selatan yang melawan saat pengembangan kasus ini.

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin, menjelaskan pengungkapan kasus ini berawal dari pengembangan kasus oleh Polrestabes Medan terhadap tiga orang tersangka yang ditangkap lebih dulu pada 17 November 2020. Dia mengatakan saat itu, tiga orang tersebut menyimpan 4,8 ons sabu

Polisi kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut dan menyita 1 Kg sabu. Setelah itu, polisi terus melakukan pengembangan dan menangkap seorang tersangka lain. “Waktu itu saya bilang dan perintahkan Kapolrestabes Medan untuk tidak segera dirilis karena kita akan kembangkan yang lebih besar dan kemarin petugas berhasil melakukan penindakan sekaligus penangkapan terhadap pelaku utama berinisial AR dan ini adalah modus baru,” sebut Martuani di RS Bhayangkara Medan, Rabu (2/12/2020).

Selanjutnya, pada hari Selasa (1/12/2020) malam sekira pukul 20.00 WIB, petugas Sat Resnarkoba Polrestabes Medan menangkap AR di lobi salah satu hotel di Medan di kawasan Jalan Balai Kota, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat.

Petugas kemudian menggeledah tersangka dan menemukan barang bukti berupa 30 bungkus besar Narkotika jenis sabu seberat 30 kg. “Dari hasil keterangan tersangka AR, barang bukti tersebut diperoleh dari laki-laki yang mengaku bernama Black (DPO) yang merupakan jaringan Malaysia-Aceh-Medan,” jelasnya.

Setelah penangkapan AR, petugas melakukan pengejaran ke pihak terlibat dalam jaringan ini ke Jalan Medan-Binjai seputaran Sei Semayam. “Di dalam perjalanan tersangka AR melakukan perlawanann terhadap petugas sehingga petugas terpaksa memberikan tindakan tegas dan terukur dengan menembak ke arah dada tersangka AR,” ungkapnya.

Kemudian petugas membawa tersangka AR ke RS Bhayangkara untuk mendapat pertolongan pertama namun di dalam perjalanan menuju ke rumah sakit, tersangka AR tidak terselematkan lagi dan dinyatakan meninggal dunia.

Adapun barang bukti yang disita petugas dari tersangka berupa 2 (dua) koper masing-masing warna hitam dan coklat yang berisi bungkus plastik teh cina berisi Narkotika jenis sabu seberat 30 kg, 7 (tujuh) buah identitas KTP palsu, 2 handphone, serta uang tunai Rp10.500.000.

“Dari hasil pengungkapan kasus tindak pidana Narkotika ini, kita berhasil menyelamatkan 300.000 orang termasuk remaja penerus generasi bangsa,” tegas Sormin.

Dia memastikan bahwa Polda Sumut berkomitmen akan memberantas segala tindak pidana penyalahgunaan Narkotika secara tegas, tepat dan terukur. “Saya juga meminta rekan-rekan media berperan aktif membantu kami untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan Narkotika dan menyampaikan informasi sekecil apapun jika mengetahui ada peredaran Narkotika di tempat tinggal masing-masing,” pungkasnya. (nin/pojoksumut)

Komentar

Berita Lainnya