oleh

Bawa Sabu 1 Kilo “Kakek-Kakek” Coba Lawan Petugas

Banyuasin – Berumur setengah abad Dahri (50) tersangka kasus narkoba jenis sabu dengan berat 1,035 Gram tertangkap di Jalan Simpang III Pelabuhan Tanjung Siapi-api kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin.

Hal itu diungkapkan, Kapolres Banyuasin, AKBP Danny H Ardiantara B Sianifar dalan pres rilis di Mapolres Banyuasin, Jumat (17/1). Tersangka Dahri yang bekerjab sebagai tukang las, warga asal Pekanbaru, Riau di tangkap saat hendak mengantarkan Narkoba itu kepada seseorang.

Penangkapan yang dilakukan itu, berdasarkan informasi maraknya peredaran narkotika jenis shabu dalam skala besar di wilayah Sungsang. Kemudian Pihak Satres Narkoba Polres Banyuasin melakukan penyelidikan selama satu minggu mengenai informasi tersebut.

” Ketika anggota kami sedang melaksanakan razia, mencurigai satu unit mobil pick up warna hitam no Pol BM 8392 TY yang dikendarai oleh seorang yang mengaku bernama Dahri dan pada saat dilakukan penggeledahan di mobil pick up ditemukan satu paket besar narkotika jenis shabu”, Jelasnya

Narkotika itu, disimpan dalam plastik hitam yang berada di lantai depan kursi penumpang, dan ditemukan juga dua unit handphone yang diduga digunakan tersangka untuk mengantar narkotika jenis shabu itu.

Dijelaskan juga oleh kasat res narkoba Polres Banyuasin AKP Widhi Andika Darma, SH.,S.IK, saat hendak di tangkap tersangka tidak kooperatif dan sempat mengancam petugas dan petugas langsung melakukan tindakan tegas terukur.

Usai di tangkap tersangka dan barang bukti dibawa ke Polres Banyuasin guna penyidikan lebih lanjut. Barang bukti yang diamankan berupa narkotika jenis shabu seberat 1 kg dan 2 (dua) unit handphone.

“Tersangka dikenakan pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 UU RI no.35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun maksimal seumur hidup atau hukuman mati.” Tegas.

Sementara itu, tersangka Dahri mengaku bahwa tersangka melakukan hal itu berdalih karna himpitan ekonomi dan mengaku telah dua kali melakukan hal itu.

” Saya letakkan di Gasbor depan mobil Barangnya dan saya di upah sebesar 40 juta untuk satu kali antar oleh seseorang dari Aceh”,singkatnya.(ktr1)

Komentar

Berita Lainnya