oleh

Bawaslu RI Berikan Apresiasi

INDRALAYA – Sebuah terobosan baru yang dilakukan oleh Bawaslu kabupaten Ogan Ilir (OI) dalam menghadapi Pilkada 2020.

Yakni membentuk 16 Posko   Gerakan Bersama (Gemar) Menjaga Hak Pilih dimasing –masing kecamatan atau di 16 Kecamatan di Kabupaten OI.

Atas inisiatif tersebut, Anggota Bawaslu RI Divisi Pengawasan dan Sosialisasi M Afifuddin, SThI, MSi, memberikan apresiasi  atas program tersebut.

‘’Ini terobosan yang pertama di Indonesia yang dilakukan Bawaslu OI,  saya berharap  terobosan ini akan diikuti  oleh bawaslu lainnya di Indonesia,’’kata M Afifudin pada acara Launching Posko Gemar Menjaga Hak Pilih yang berlangsung di Pasar Inpres Indralaya, Jumat (7/8).

Acara dihadiri  Ketua Bawaslu Sumsel Iin Irwanto, Ketua KPU OI Massuryati dan Ketua Bawaslu OI Dermawan Iskandar, Anggota Bawaslu OI Idris,  Karlina dan undangan lainnya.

“Saat ini ada 270 Kabupaten dan Kota serta Provinsi yang melaksanakan Pilkada, semoga langkah terobosan yang dilakukan Bawaslu OI dapat dicontoh,’’harap M Afifuddin.

Menurut M Afifuddin, langkah yang dilakukan Bawaslu OI  sebagai  bentuk tanggungjawab menjaga hak pilih, dan kepedulian. Legitimasi bukan hanya dari penggunaan hak pilih namun juga kualitasnya,”jelasnya.

Sementara Ketua Bawaslu OI Dermawan Iskandar mengatakan, Gemar menjaga hak pilih adalah dirancang untuk proses pemilihan data pemilih, kalau dianggap baik dan bisa dipakai di kabupaten lainnya dirinya mengaku senang.

“Kami menginginkan dan memaksimalkan kerja pengawasan, dalam rangka pemilihan pemutakhiran data pemilih. Sehingga dapat melibatkan masyarakat luas dalam pengawasan parsitipatif,’’katanya.

Oleh karenanya, Pihaknya mendirikan 16 Posko  masing –masing Kecamatan,’’Nantinya kita berharap akan dibentuk sampai ditingkat Desa,’’kata Darmawan Iskandar.

Iskandar mengatakan,  gerakan ini sebagai gerakan pengawas pilkada , langkah pencegahan memininalisir potensi masyarakat yang belum masuk daftar pemilih. Ini merupakan sebuah pemikiran perlu didorong bersama agar maksimal dalam pengawasan pilkada 2020.

“Kami sudah melakukan analisis perbandingan antara daftar pemilih dan DP4, saat ini dibandingkan dengan pemilu 2019 selisih pemilih jumlahnya mencapai 20 ribuan. Ada tren lonjakan pemilih 4696 seperti di Kecamatan Pemulutan, sementara di Pemulutan Selatan turun menjadi  2584 pemilih, ini merupakan data analisis awal jadi perlu dikroscek ulang agar data benar benar valid. Kita berkeinginan pilkada ini lancar, pesta demokrasi berjalan.

Masyarakat pada 9 Desember bisa memilih pemimpin sesuai nurani untuk memimpin OI 5 tahun kedepan,”tukasnya.(Sid)

Komentar

Berita Lainnya