oleh

Bayar Rp 50 Ribu Jadi Kernet Palsu, Lima Warga Diamankan Tim Covid 19 Pelabuhan TAA

BANYUASIN – Tiga warga yang hendak menyeberang melalui Pelabuhan Tanjung Api-Api, kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan ke Pelabuhan Tanjung Kalian Provinsi Bangka Belitung didapati membayar sopir untuk menjadi kernet palsu.

Ketiga warga yang menjadi kernet palsu dan dua orang sopir tersebut oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Pencegahan Covid 19 Sumatera Selatan. Sabtu dini hari (16/5/2020) setelah dilakukan pemeriksaan surat-surat oleh pihak pelabuhan.

Saat diamankan pihak Dinas Perhubungan Propinsi Sumatera Selatan, warga Palembang berinisial AP, TR, tidak memiliki surat-surat ijin dan kesehatan serta mengaku dirinya nekat membayar sopir agar bisa ke Bangka Belitung untuk mencari pekerjaan.

Mereka mengaku terdampak perekonimian akibat Covid 19. Sedangkan, KL, warga Kabupaten OKI juga mengaku menumpang dan menyamar sebagai kernet mobil angkutan pakan ternak, tapi tidak membayar sama sekali, dan hanya minta tumpangan dengan sang sopir ternak Pakan AA.

“Dua orang mengaku membayar Rp 50 ribu dengan sopir untuk menjadi kernet palsu,” kata Kepala UPTD Pelabuhan TAA Dishub Provinsi Sumsel, Arizani melalui Tagar Daus, Kepala Divisi Oprasional Pelabuhan TAA, Dishub Sulsel kepada SUMEKS.CO, Sabtu (16/5).

Selain itu, pihak pelabuhan juga mengamankan sopir mobil salah satu perusahaan besar di Indonesia, RB, warga Kabupaten Banyuasin yang memberikan ijin kedua warga tersebut untuk menjadi kernet palsu. Dirinya beralasan bahwa kernet palsu itu adalah adik dari temannya yang menitipkan.

“Itu adek teman saya, salah satunya jadi saya suruh nyamar jadi kernet. Saya tidak akan mengulangi perbuatan ini lagi “, sesal RB saat membuat surat pernyataan.

Sementara itu, Kepala Pelabuhan TAA Sumsel, Zulkarnian dirinya juga menegaskan apabila pihak angkutan itu mengulangi perbuatannya kembali. Pihaknya tidak akan segan segan untuk menyetop izin angkutan tersebut.

“Kalau masih tidak mengindahkan surat peringatannya, maka kita naikan ke pimpinan untuk dicabut surat izin angkutannya,” tegasnya. (ktr-1)

Komentar

Berita Lainnya