oleh

Bayi Lobster Rp13 Miliar Gagal Diselundupkan

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Unit Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim Polrestabes Palembang dipimpin AKP Tohirin berhasil menggagalkan penyeludupan bibit lobster senilai Rp13 miliar di Jl Musi 2, Kecamatan Ilir Barat I Palembang, Kamis (21/10) sekitar pukul 19.00 WIB.

Petugas berhasil mengamankan pengemudi mobil Toyota Kijang Innova nopol BG 110 B yang dikemudikan oleh Ferdi (26) dan ditemani oleh Dani (32) warga Kota Lubuklinggau.

Terungkapnya penyelundupan bayi lobster ini berawal dari informasi dari masyarakat adanya masuk mobil Toyota Kijang Innova nopol BG 110 B dari Indralaya menuju Palembang dan sudah dimodifikasi untuk menggangkut bibit udang jenis mutiara dan pasir. Kecurigaan petugas pun terbukti dengan menemukan 18 box sterofoam berisikan benih lobster. Nilai bayi lobster tersebut mencapai Rp13 miliar.

“Benar, kita mengamankan penyeludupan baby lobster di kawasan Jl Musi 2, Kecamatan Ilir Barat I Palembang, Kini kami masih gali lagi keterangan tersangka, guna pengembangan lebih lanjut,” ungkap Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra melalui Kasat Reskrim, Kompol Tri Wahyudi, Jumat (22/10).

Dijelaskan, bibit lobster yang dibawa tersangka berasal dari Kabupaten Ogan Ilir menuju Kota Lubuklinggau.

“Alhamdulillah penyelidikan anggota kita tidak membutuhkan waktu lama sudah membuahkan hasil, dengan mengungkap penyelundupan benih udang ini,” ujarnya.

Atas ulahnya, tersangka dijerat pasal 92 Jo pasal 26 ayat (1) UU RI No 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU No 31 Tahun 2004 tentang perikanan dengan terancam hukuman delapan tahun penjara, sesuai UU Karantina.

Sementara itu, tersangka Ferdi mengakui perbuatannya. “Saya baru satu kali mengantarkan pesanan dengan upah Rp1 Juta,” jelasnya.

Dikatakannya, tugasnya membawa benih lobster dengan menggunakan mobil yang telah dipesan oleh seseorang. Pesanan ini dibawa dari Indralaya menuju Lubuklinggau. Sesampai Linggau sudah ada orang yang menyambutnya dan upah diterima. Jasa membawa bayi lobster, pembayarannya ditransfer via bank.

“Kita tidak tahu kalau bakal beresiko besar seperti ini. Sejauh ini saya tidak pernah berpikir akan seperti ini. Saya hanya mengharapkan upah untuk makan keluarga,” tutupnya. (dey)

Komentar

Berita Lainnya