oleh

BBPOM : Masih Ada Temuan Pangan Berformalin

PALEMBANG – Dari temuan BBPOM di Palembang, setidaknya sekitar 19 sampel pangan olahan yang diambil dari pasar bedug di beberapa kabupaten / kota masih mengandung formalin.

Kepala BBPOM di Palembang, Martin Suhendri mengatakan pihaknya telah melakukan pengawasan pangan buka puasa di 18 pasar bedug di Kota Palembang, 2 Pasar bedug di kabupaten OKU dan masing masing 1 pasar bedug di kabupaten Ogan Ilir, OKU Selatan, OKU Timur, Muba dan kota Prabumulih.

“Hasil temuan kita masih ada beberapa sampel yang mengandung formalin, ” katanya, Senin (10/5)

Ia menjelaskan sebanyak 317 sampel yang diambil dari 205 pedagang, 298 sampel memenuhi syarat, dan 19 sampel tidak memenuhi syarat.

“19 sampel masih ditemukan kandungan formalin, diantaranya dari berbagai makanan seperti rujak mi, otak-otak, pempek, pedesiam, tahu rujak dan tahu isi, namun yang mendominasi itu dari mi kuning basah,” jelasnya.

Nah karena itu, untuk melindungi masyarakat dari produk pangan olahan yang bisa membahayakan kesehatan serta merugikan perekonomian negara, Balai Besar POM (BBPOM) di Palembang melakukan intensifikasi Pangan selama bulan ramadhan dan idul fitri 1442 H.

“Ini bentuk keseriusan kita untuk mengawasi produk olahan yang beredar di Sumsel,” imbuhnya.

Hasil intensifikasi pangan selama bulan ramadhan dan idul fitri 1442 H saat ini sudah sampai tahap III, dilakukan di wilayah kota Palembang, kabupaten Muba, Banyuasin, Ogan Ilir, OKU, OKU Selatan, OKI, Pali dan Kota Prabumulih.

“Ada sebanyak 39 sarana yang diperiksa, hasilnya 22 sarana memenuhi ketentuan dan 17 sarana tidak memenuhi ketentuan, ” jelasnya.

Selain itu BBPOM di Palembang juga menemukan beberapa produk yang tidak memenuhi ketentuan.

“Temuan kita dilapangan masih ada produk -produk yang rusak sebanyak 102 pcs, kadaluarsa sebanyak 134 pcs dan tanpa izin edar sebanyak 315 pcs, dengan total nilai sebesar 4 juta lebih, ” pungkasnya. (aae).

Komentar

Berita Lainnya