oleh

Bebas Pasung, Peran Aktif Seluruh Elemen

LAHAT – Dinas Kesehatan Lahat mencatat ada sekitar 56 pasein Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang dipasung. Sementara untuk lepas pasung baru sebanyak 13 pasien ODGJ.

Kepala Dinas Kesehatan Lahat, dr H Rasyidi Amri MT MKM, melalui Kabid Pengendalian Penyakit Menular, H Ubaidillah SKM MKes. Didampingi Kasi PTM, Keswa dan NAPZA Farlian Fadran, bahwa akhir tahun 2018 dan awal tahun 2019 ini ada dua yang bebas pasung. Namun ternyata ada dua temuan lagi warga dipasung seperti di Kecamatan Sukamerindu dan Jarai.

Walaupun sudah bebas pasung maupun masih dipasung tetap dilakukan pemberian obat. Selain itu petugas puskesmas juga memberikan edukasi agar pihak keluarga untuk merawat pasein tersebut. Terutama kebersihan diri, tetap diajak bicara, diajak olahraga dan aktifitas fisik.

“Pemberian obat dari puskesmas yang dibantu Dinkes dan provinsi gratis. Kalau sudah bebas pasung biasanya intensitas pemberian obatnya berkurang. Dari tiga kali sehari bisa menjadi dua kali sehari bahkan hanya satu kali sehari,” ungkapnya.

Salah satu pasien yang mulai bebas pasung namun masih dipantau ialah Id, warga Kecamatan Jarai.

Dijelaskan Dr Ica Faramitri, Kepala Puskesmas Jarai bahwa pasien Id sebelumnya mengalami halusinasi selama 2 tahun. Sehingga dipasung keluarga dan tinggal di dalam gubuk kecil. Namun sejak 6 bulan terakhir gejala halusinasinya berkurang dan sudah mulai berinteraksi. Jadi pasungnya dilepas namun masih dalam pengawasan.

“Saat ini masih dibiarkan di dalam rumah dan dipantau,” ungkapnya.

Sambungnya bahwa pasien ODGJ yang dipasung bisa menyebabkan cacat bahkan lumpuh. “Ada pasien karena kakinya terlalu lama diikat menjadi lumpuh,” ungkapnya lagi.

Selain itu, perhatian dari seluruh elemen masyarakat sangat penting agar pasien bisa sembuh. Seperti dari keluarga, petugas medis, lingkungan sekitar dan lainnya.(gti)

Komentar

Berita Lainnya