oleh

Begini Cara Penghitungan Stimulus Pajak Bumi dan Bangunan Kota Palembang

PALEMBANG – Pemkot Palembang resmi mengeluarkan stimulus bagi PBB masyarakat, sesuai dengan Perwali No.51/2019 pada Selasa (23/7).

Ini dilakukan untuk mensiasati kenaikan yang telah lebih dulu disampaikan lewat SPPT yang mungkin telah diterima masyarakat untuk tahun pajak 2019.

Namun demikian, BPPD akan mencetak SPPT baru (revisi) yang segera dispaikan melalui Camat dan Lurah terkait, di seluruh wilayah kota Palembang.

Sementara untuk warga yang telah melakukan pembayaran atas PBB sebelum stimulus dikeluarkan, menurut Kepala BPPD Sulaiman Amin, akan disesuaikan pada tahun 2020 mendatang.

“Datanya kami simpan. Namun bila perlu, boleh juga untuk datang ke kantor kami,”jelasnya. (aja)

Nah, bagi yang belum membayar PBB untuk tahun ini, Sulaiman Amin menjelaskan mekanisme penghitungannya seperti berikut.

Misal :

Contoh Penghitungan Buku III dan IV

1. Ketetapan SPPT PBB tahun 2019 sebagai acuan mendapatkan persentase stimulus berdasarkan buku.
Rp1.000.000 (maka termasuk di Buku IV) dengan stimulus 75 persen
2. Selisih Ketetapan 2019 dengan Ketetapan 2018
Rp1.000.000 (PBB 2019) – Rp100.000 (PBB 2018) = Rp900.000
3. Selisih tersebut dikali stimulus dalam hal ini 75 persen
Rp900.000 x 75% = Rp675.000
4. Ketetapan 2019 dikurangi hasil stimulus
Rp1.000.000 – Rp675.000 = Rp325.000

Maka nilai pajak yang harus dibayarkan oleh wajib pajak tersebut adalah sebesar Rp325.000

Contoh Penghitungan Buku V
1. Ketetapan SPPT PBB tahun 2019 sebagai acuan mendapatkan persentase stimulus berdasarkan buku.
Rp6.000.000 (Buku V) dengan stimulus 55 persen
2. Selisih Ketetapan 2019 dengan Ketetapan 2018
Rp6.000.000 (PBB 2019) – Rp1.000.000 (PBB 2018) = Rp5.000.000
3. Selisih tersebut dikali stimulus dalam hal ini 55 persen
Rp5.000.000 x 55% = Rp2.750.000
4. Ketetapan2019 dikurangi hasil stimulus
Rp6.000.000 – Rp2.750.000 = Rp3.250.000

Maka nilai pajak yang harus dibayarkan oleh wajib pajak tersebut adalah sebesar Rp3.250.000

Komentar

Berita Lainnya