oleh

Begini Pegakuan Dua Perompak Kapal Nelayan yang Dilumpuhkan Polisi

SUMEKS.CO – Aparat Subdit Gakkum Dit Polairud Polda Sumsel masih terus mengejar tiga perompak Kapal Motor (KM) Sinar Abadi yang baru saja pulang dari tempat pelelangan ikan di Sungai Selan, Provinsi Bangka Belitung yang terjadi Kamis (9/7/2020) lalu.

Saat pulang dan melintas di perairan laut Pulau Nangka, Kabupaten OKI, sekitar pukul 20.30 WIB kapal dirompak oleh lima orang yang menggunakan speedboat 40 PK.

Begini pengakuan tersangka Amsori alias Aam (40), warga Muara Telang, Banyuasin dan Dodi Irawan (32), warga Karang Anyar, Banyuasin saat diamankan di Mapolairud Polda Sumsel.

Tersangka Aam bertugas mengancam nahkoda dan menyanderanya dan tersangka Dodi bertugas sebagai serang Speedboat sekaligus sebagai pemilik.

“Kapal korban kami dekati dulu dan kami kelaurkan tembakan ke atas. Setelah kapal berhenti kami langsung naik. Aku langsung ke kemudi dan mengancam nahkoda dengan senpi Pak,” ujar Aam.

Tersangka Aam dan Dodi yang diamankan di Mapolairud Polda Sumsel. Foto ; edho/sumeks.co

Lalu setelah nahkoda diancam, pelaku langsung mengikat dan menyandera ABK dan penumpang lainnya.

“Langsung ambil uang tunai senilai Rp 90 juta milik korban. Termasuk perhiasan emas sebanyak 5 suku milik penumpang yang ikut di kapal. Aku dapat Rp 13 juta. Habis sudah Pak untuk main judi samo beli sabu-sabu” kata tersangka Aam.

Sedangkan tersangka Dodi yang hanya bertugas sebagai serang speedboat dan ikut menjaga sandera mendapatkan bagian sebesar Rp 14,5 juta.

Polisi menduga kuat, sindikat ini sering melakukan sejumlah perompakan di perairan Sungai Musi.

“Tapi kita masih melakukan pengembangan dan mengejar tiga tersangka yang masih DPO yang sudah kita kantongi identitasnya,” kata Dir Dit Polairud Polda Sumsel Kombes Pol YS Widodo, Kamis (27/8/2020).

Widodo menambahkan, aksi pelaku ini sebelumnya mendapatkan informasi kalau kapal korban akan melintas di lokasi dari salah satu  nforman mereka yang berada di Bangka.

“Hasil penyelidikan kita ternyata, salah satu pelaku ini mantan ABK korban yang sudah lama tidak bekerja lagi. Ini setelah nahkoda kapal kita mintai keterangan,” tambahnya.

Widodo menambahkan, pihaknya juga melakukan pendalaman apakah komplotan ini yang terlibat perompakan terhadap kapal asing yang melintas di perairan Sungai Sibur OKI beberapa lalu. “Masih kita dalami,” tukasnya.(dho)

Komentar

Berita Lainnya