oleh

Bejat! Hamili Anak Sampai Melahirkan dan Bunting Lagi, Istrinya pun Sedang Mengandung

SUMEKS.CO – Benar-benar biadab kelakuan Arman (41) warga Desa Bandar Jaya Kecamatan Sekayu, Kabupaten Muba. Bagaimana tidak, semenjak 2017 hingga kini dia terus menggauli anak kandungnya sendiri, sebut saja An (18), bahkan sempat melahirkan dan sekarang kembali berbadan dua.

Kini bapak empat anak itu harus meringkuk di jeruji besi, setelah Senin (24/2) ditangkap Jajaran Polsek Sekayu.

Di rumah tempat dia bekerja mengurus kebun milik warga.

“Yang melaporkan justru pemilik kebun yang curiga dengan kondisi korban diduga tengah hamil. Pemilik kebun melapor ke kita, kemudian kita lakukan penyelidikan dan kita tangkap,” kata Kapolsek Sekayu Iptu Heri Suprianto.

Heri menjelaskan bahwa tersangka pertama kali menyetubuhi korban saat tinggal di sekitaran Prabumulih, saat itu korban akhirnya hamil. Korban kemudian pindah dan melahirkan di Palembang, “anaknya masih ada, dirawat kerabatnya di Palembang,” cetus Heri.

Tersangka bersama keluarganya kemudian pindah ke Sekayu, rupanya kepindahan tersebut membuat tersangka tidak jera dan terus mencabuli korban saat ada kesempatan. Apalagi kamarnya dan kamar tersangka hanya dibatasi sekat biasa.

“Di awal tersangka melakukan ancaman kepada korban, pastinya ada ancaman, kemudian ada juga bujuk rayu. Untuk keluarga, dugaan kita pasti sudah tahu kondisinya, apalagi sempat melahirkan juga dan anaknya dititipkan,” katanya.

Ironisnya, tersangka memaksa korban meminum pil KB sebelum berhubungan. Lah kok masih hamil? Iptu Heri menduga mungkin obat belum bereaksi tersangka sudah mencabuli korban dulu.

“Pengakuan tersangka ya begitu saja, dia tergiur dan punya nafsu seks berlebih. Dia mengaku 2-3 kali sebulan mencabuli korban, istri tersangka juga sepertinya masih digauli dan sekarang sedang hamil juga 7 bulan, untuk korban hamil sekitar 11 minggu,” ujar Heri.

Tersangka sendiri akan dikenakan Pasal 81 Ayat (1), (2) dan (3) Jo Pasal 76 D Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 285 KUHPidana dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun.

“Saat ini masih diproses di kita, memang ada rencana dilimpahkan ke Unit PPA Polres Muba. Ini masih koordinasi dulu,” pungkasnya. (kur)

Komentar

Berita Lainnya