oleh

Belajar Tatap Muka… Sekolah Siap, ini Syarat dari Pemerintah

SUMEKS.CO, PALEMBANGSekolah Menengah Atas dan atau Kejuruan (SMA/SMK) di Sumsel memastikan diri siap menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) pada tahun kurikulum pendidikan semester ganjil Juni mendatang. Pasalnya, mereka telah memenuhi segala ketentuan dari Satuan Tugas (Satgas) penanganan COVID-19.

“Mulai dari sarpras (Sarana dan Prasarana) protokol kesehatan, Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 nya sudah kita siapkan, mengawasi, dengan dibekali pengetahuan teknis dalam tugasnya,” ungkap Kepala SMAN 17 Kota Palembang, Purwiastuti Kusumastiwi melalui Wakil Kurikulum, Risyana SPd MSi kepada SUMEKS CO, ditulis Sabtu (3/4).

Kesiapan ini, sambung Risyana, semakin diyakinkan atas terselenggaranya Ujian Satuan Pendidikan Berbasis Komputer (USP-BK) secara langsung, yang dimulai pada Ahad  (29/3) lalu. “Sebetulnya apa yang kita lakukan ini sudah sesuai dengan keputusan empat menteri (SKB 4 Menteri). Di sambing itu, juga sudah ada komitmen dukungan dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sumsel, Kita sudah siap gelar belajar tatap muka,” tambahnya optimis.

Meskipun pihak sekolah secara umum telah menyatakan siap, tapi Kepala Dinas Pendidikan Sumsle Drs Riza Fahlevi MM, masih menunggu instruksi lebih lanjut dari Gubernur dan membahas segala sesuatu hal bersama para ahli epidemiologi, sebagai pertimbangan pelaksanaan PTM.

“Semua ketentuan PTM sudah dipersiapkan dari jauh hari sebelum SKB 4 Menteri ini terbit. Juga diperjelas oleh Surat Edaran Gubernur, yang mengisyaratkan menunggu sampai vaksinasi anti COVID-19 guru dan tenaga pendidikan selesai menyeluruh, pada akhir April. Dan diselenggarakan secara bertahap,” jelasnya.

Dia menjelaskan, syarat awal PTM dilaksanakan secara bertahap. Pertama dapat digelar di wilayah tingkat penyebaran COVID-19 nya rendah dan ada persetujuan dari orang tua/wali.

“Pihak sekolah pun masih perlu menggelar sekolah daring bila persebaranya kembali tinggi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Dra Lesty Nurainy Apt MKes menyatakan, penyebaran COVID-19 melandai tidak ada zona merah. Mayoritas sudah zona orange dan kuning. Dengan tingkat kesembuhan 88 persen.

“Syarat awal sudah terpenuhi sementara ini,” cetusnya.

Namun kembali lagi, sambungnya, implementasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bagi peserta didik di Sumsel, baru bisa dimulai sampai adanya suksesi vaksinasi anti COVID-19 terhadap guru dan tenaga pengajar secara keseluruhan.

“Hasil rapat bersama epidemolog dan pihak lain kita sosialisasikan teknis kepadanya bagaimana ke peserta didik dan wali mereka. Paling tidak antara awal April – akhir Mei,” katanya.

Sejauh ini, vaksinasi terhadap guru dan tenaga pendidikan pada jenjang SMA, SMK dan SLB di 459 sekolah yang sudah divaksin ada 6.862 orang atau 26,5 persen dari 25.727 sasaran. “Untuk jenjang TK, SD dan SMP ada 105.577 guru, 7.964 kepala sekolah, 877 pengawas, tenaga pendidikan ada 16.427 total ada 130.845 orang, data yang sudah divaksin belum terhimpun sepenuhnya,” terang Lesty.

Namun, semua tergantung dengan ketercukupan vaksin yang disuplai dari pemerintah pusat. “Kita berharap stok vaksin kita cukup untuk dua kali suntik sehingga berlangsung sesuai jadwal yang diproyeksikan,” pungkasnya. (bim)

Komentar

Berita Lainnya