oleh

Beli Nasi Bungkus Online, 35 Warga Keracunan

SUMEKS.CO – Keracunan massal terjadi di Bengkulu Utara. Sebanyak 35 warga keracunan setelah mengkonsumsi nasi bungkus yang dimakan Jumat (14/2) siang hingga sore.

Dari 35 penderita, 23 diantaranya dirawat di RSUD Arga Makmur maupun RS Charitas.

Diantaranya adalah anak-anak baik balita maupun dibawah usia 18 tahun. Mereka rata-rata mengalami keluhan yang sam yaitu lemas, pusing, diare dan demam tinggi. 35 warga yang mengalami keluhan tersebut mengaku sama-sama mengkonsumsi nasi bungkus yang dibeli online dari tempat yang sama Jumat lalu.

Warga baru mulai merasakan keluhan tersebut sejak Jumat tengah malam. Sehingga pagi harinya mereka mendatangi rumah sakit dan dinyatakan harus dirawat.

Pasien masih berdatangan. Mereka rata-rata pegawai atau keluarga karyawan Puskesmas Kemumu yang memang Jumat sore memesan nasi bungkus pada warga Karang Suci yang dijual secara online dan beberapa masyarakat lainnya.

Ketut Ida salah satu karyawan Puskesmas Kemumu menuturkan jika seperti biasa mereka saat sore hari memesan nasi untuk makan bersama. Hampir semua pegawai Puskesmas memakan nasi bungkus tersebut, termasuk dirinya yang membawa nasi bungkus dan dimakan keluarganya. “Sekarang anak dan istri saya menderita keluhan yang sama. Seperti keracunan,” kata Ida.

Meski tidak lagi muntah-muntah saat dirawat di RSUD. Namun seluruh pasien mengeluh masih lemas dan kepala mereka pusing. Sebagian mereka juga menderita demam tinggi dan seluruh dilarikan ke tempat perawatan inap rumah sakit.

Dinas Kesehatan Stop Penjualan

Dinas Kesehatan sudah turun langsung ke penjual nasi bungkus rumahan tersebut. Dinkes juga mengecek makanan sisa yang masih dimiliki korban untuk cek kandungannya sehingga diduga membuat keracunan massal tersebut.

Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Bengkulu Utara Ujang Ismail, SKM, M.Kes menuturkan Dinkes sudah menghentikan penjualan nasi di tempat korban memesan nasi tersebut. Hal ini menghindari bertambahnya korban.

“Kita hentikan sementara untuk mengecek dulu kandungan zat yang terkandung dalam makanan yang dijual. Menghindari bertambahnya korban,” katanya.

Selain memeriksa zat dalam nasi dan lauk yang dijual tersebut. Dinkes juga melihat wadah-wadah dan tempat penyimpanan sayuran yang digunakan untuk memesak tersebut. Termasuk bahan-bahan yang digunakan hingga akhirnya dijual. “Semua barang dan makanan yang dijual kita bawa ke lab, kita butuh waktu paling lama satu minggu memastikan apakah ada zat yang menyebabkan keracunan,” katanya.

Ia mengakui jika kemungkinan besar keracunan tersebut disebabkan korban mengkonsumsi nasi bungkus. Pasalnya, hanya ada satu kesamaan dari korban yang menderita keracunan tersebut yaitu mengkonsumsi nasi bungkus di tempat yang sama.

“Kita sudah pelajar masing-masing pasien, mereka sama-sama mengkonsumsi nasi bungkus. Karena pasien bukan hanya satu tempat keluarga besar Puskesmas Kemumu, namun ada juga dari sekolah dan masyarakat umum,” pungkas Ujang. (qia/rb)

Daftar Korban Keracunan Nasi Bungkus Online yang Masih Dirawat di Rumah Sakit

Yuli Martini (45) Kelurahan Kemumu
Luwi Hastuti (37) Desa Tebing Kaning
Giovani (42) Kelurahan Kemumu
Kamarudin (29) Kelurahan Kemumu
Ida Ketut (11) Desa Sumber Agung
Iluh Daniarsih (28) Desa Sumber Agung
Ida Bagus (13) Desa Sumber Agung
Dayu Ade (10) Desa Sumber Agung
Dayu Pinaya (5) Desa Sumber Agung
Nova Susanti (28) Desa Kali I
M Rizal (18) Desa Tebing Kaning
Jero (54) Desa Sumber Agung
Marlina (24) Kelurahan Kemumu
Rubiyem (44) Kelurahan Kemumu
Henny Hartanti (42) Kelurahan Kemumu
Januarta (11)Kelurahan Kemumu
Deni Rahmad (17) Kelurahan Kemumu
Sutanto (44) Kelurahan Kemumu
Istania (24) Kelurahan Kemumu
Eva (34) Desa Lubuk Sahung
Romania (48) Desa Karang Anyar
Leka Desta (35) Desa Lebuk Sahung
Wike Risita (19) Desa Lubuk Sahung

Komentar

Berita Lainnya