oleh

Belum Diputuskan Apakah Pakai Nama Liga 1 2021 Atau Liga 1 2020

SUMEKS. CO  – Rencana baru kembali dirancang PSSI untuk memutar kompetisi sepak bola tanah air di tengah belum sirnanya pandemi korona. Dalam rapat Exco PSSI (28/10), secara aklamasi diputuskan ditunda seluruh kegiatan kompetisi profesional sepak bola Indonesia pada 2020. Rencananya, kompetisi bergulir pada awal 2021.

Sekjen PSSI Yunus Nusi menyatakan, pihaknya menyerahkan kepada PT LIB sebagai operator kompetisi untuk menindaklanjuti keputusan tersebut. Mulai formula, format, hingga sistem kompetisi yang bakal diterapkan.

PSSI menggarisbawahi bahwa kompetisi harus bisa dilangsungkan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sebab, pada awal tahun nanti, diperkirakan virus korona belum sirna.

COO Bhayangkara FC Kombespol Sumardji menyebutkan, langkah yang diambil merupakan keputusan tepat karena memberikan kepastian kepada klub. ’’Prinsipnya bahwa memberikan kepastian ini keputusan tepat sehingga bisa melangkah dan bisa menyampaikan ke pemain,’’ ujarnya.

Karena itu, pihaknya berharap ada mekanisme tepat terkait tata cara pembayaran gaji pemain yang nanti menjadi dasar klub untuk bisa mendiskusikan dengan pemain. ’’Sebenarnya sudah ada keputusan yang lama dari PSSI. Apakah pakai keputusan lama, apa ada yang baru,’’ tanyanya.

Soal gaji memang menjadi masalah yang cukup krusial saat-saat seperti ini. Sumardji menyatakan, klub memiliki tanggung jawab yang sangat besar untuk mencarikan dana di tengah kompetisi yang tidak bergulir.

’’Sementara kan kalau tidak ada kompetisi, tidak ada dana yang masuk. Baik dari sponsor dan lainnya. Sehingga dengan kondisi ini klub paling berat beban keuangannya,’’ katanya.

Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita menyatakan bakal membahas semuanya terkait keberlangsungan kompetisi pekan depan. ’’Teknis pelaksanaan dan sebagainya akan dirapatkan minggu depan,’’ bebernya.

Termasuk nama liga yang dipakai. Apakah menggunakan Liga 1 2021 atau statusnya lanjutan Liga 1 2020.

Pelatih Madura United Rahmad Darmawan berharap keputusan PSSI sudah final dan tidak ada perubahan lagi. Dengan begitu, dia bisa merancang program bagi Slamet Nurcahyo dkk. Namun, soal format kompetisi, RD pesimistis jika tetap menggunakan format lama.

’’Otomatis format gak mungkin bisa sama. Karena waktu tidak keburu. Apalagi nanti ada Piala Dunia juga,’’ katanya.

Menurut RD, idealnya kompetisi tahun depan langsung bertajuk Liga 1 musim 2021. Dengan artian, Liga 1 2020 tidak dilanjutkan. ’’Kalau mau musim baru menurut saya lebih bagus. Kalau mau kompetisi 2020 dimainkan Januari-Februari gak mungkin terkejar dengan format yang sekarang,’’ bebernya.

Menurut mantan pelatih Persipura dan Persija itu, dengan langsung menggelar kompetisi musim 2021, semua akan lebih enak. Sebab, akan ada break Piala Dunia U-20.

’’Sebelum Piala Dunia hitunglah putaran 1 selesai. Menjelang putaran kedua break Piala Dunia, sambil pemain tetap latihan dan evaluasi terus menyiapkan untuk putaran kedua,’’ imbuh pelatih yang dua kali membawa timnas U-23 ke final SEA Games itu. (raf/nia/c17/ali/jawapos.com)

Komentar

Berita Lainnya