oleh

Belum Evaluasi PSBB Kok Sudah Mau New Normal, Pengamat : Jangan Membingungkan Masyarakat

Sumeks.co – Jumlah pasien positif Covid-19 di Kota Palembang terus meningkat. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Palembang yang dilansir dari situs www.hallo.palembang.go.id, jumlah kasus positif hingga Rabu (27/5) petang, mencapai 520 orang.

Sementara dalam satu pekan setelah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yang dimulai pada 20 Mei 2020 lalu, terjadi penambahan pasien positif sebanyak 144 orang. Meski demikian, Walikota Palembang Harnojoyo yakin, warga Palembang sudah siap untuk New Normal.

“(Persiapan new normal) Kita maksimalkan saat PSBB ini. Kami lihat saat ini nyari 10 yang dak pakai masker saja sudah susah sekarang. Artinya kesadaran masyarakat sudah meningkat. Saya kira kita (Palembang) sudah siap,”tegas Harnojoyo usai meninjau Check Point Dermaga Pasar 16 Ilir, Rabu siang.

New Normal sendiri dicetuskan oleh Presiden Joko Widodo yang menilai Indonesia harus tetap produktif tetapi juga aman dari wabah penyakit infeksi pernapasan Covid-19. Kota Palembang sendiri masuk dalam 25 kabupaten/kota yang akan segera diujicobakan.

Sehari sebelumnya, Gubernur Sumsel Herman Deru bahkan menyatakan jika pihaknya tak mau ketinggalan dengan penerapan New Normal. Terobosan yang disampaikan oleh Presiden, menurutnya adalah berita gembira. Namun harus tetap mengutamakan protokol kesehatan.

“Disisi lain kita juga tidak boleh gagal ekonomi, tidak boleh gagal dalam target pembangunan. Maka saya berterimakasih pada Pak Presiden sudah ambil terobosan ini,”kata Gubernur.

Pengamat Politik Bagindo Togar

Akan tetapi, melihat data dan fakta yang terjadi di lapangan, Pengamat Kebijakan Publik Bagindo Togar menilai jika pernyataan Herman Deru dan Harnojoyo itu cenderung melompat terlalu jauh. “Kebijakan yang disampaikan dan akan dilakukan terkesan reaktif,”ungkapnya.

Togar berpendapat jika pemerintah seharusnya memiliki tolok ukur yang tepat dalam setiap kebijakan. Apalagi dikelilingi oleh Staf Ahli maupun Staf Khusus yang punya kompetensi di bidangnya masing-masing. Seperti dalam hal saat ini di bidang kesehatan.

“Contohnya saat ini kita di Palembang masih dalam tahap PSBB, dimana terus terjadi peningkatan kasus setiap harinya. Belum dilakukan evaluasi soal PSBB di Palembang dan Prabumulih, kita sudah bilang siap untuk New Normal. Jangan terus-terusan membingungkan masyarakat,”pintanya.

Seperti itu pula dalam proses penanganan Covid-19 yang terpusat di Palembang. Belum ada portable lab di kabupaten/kota diluar Palembang sehingga berakibat menumpuknya tugas tenaga medis di Palembang. Padahal menurutnya, tenaga medis jadi garda terdepan.

“Ada pula laporan insentif tenaga medis terlambat, di daerah lainnya tenaga medis dipecat. Belum lagi dana penanganan yang masih tanda tanya. Ini kan, krisis kesehatan. Harusnya tenaga medis, sarana dan prasarana didahulukan. Bukan menjadikan bencana sebagai momen tebar pesona,”ujarnya.

Sampai hari Rabu (27/5) di kota Palembang sudah terdapat 3.322 Orang Dalam Pemantauan (ODP), 439 orang dirawat, 273 Pasien Dalam Pemantauan (PDP), 65 orang pasien yang sembuh dan 16 orang meninggal. Secara keseluruhan di Sumsel terdapat 915 kasus positif, 5.894 ODP, 484 PDP, dan 117 orang pasien sembuh dan 28 meninggal.(aja)

Komentar

Berita Lainnya