oleh

Benarkah Pilkades Sungai Ibul “Memanas” ?

-Sumsel-37 views

PALI – Bakal digelarnya Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di 34 desa secara serentak 29 Agustus 2019 mendatang, membuat berbagai potensi bisa muncul, seperti konflik, lantaran aroma rivalitas yang muncul dari bakal calon kades (Cakades).

Salah satu wilayah termasuk rawan terjadinya konflik saat Pilkades mendatang, ialah di Desa Sungai Ibul, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang mulai “memanas” lantaran hanya memiliki dua Cakades saja dalam pertarungan itu.

Namun, untuk meredam fanatik massa dari kedua pendukung, masing-masing bakal Cakades sepakat untuk saling berlomba mencari simpati masyarakat dengan caranya masing-masing, sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

“Kita saling bina pendukung, sehingga jangan terjadi gejolak diantara kedua massa dari kedua bakal calon kades,” ungkap Maryono salah satu Cakades yang bakal ikut bertarung memperebutkan kursi Kepala Desa Sungai Ibul, Minggu (7/7).

Dikatakan Maryono, yang saat ini masih menjabat sebagai Kepala Desa Sungai Ibul, untuk meredam isu konflik di tengah masyarakat, kepada bakal calon diharapkan agar dapat memberikan sedikit penjelasan kepada masanya sebagai pendukung, sehingga suasana tetap nyaman dan kondusif.

“Di Kabupaten PALI jarang terjadi kandidat Calon Kades yang bertarung hanya dua calon. Jadi wajar saja suasanya sedikit panas. Namun saya yakin hal ini masih bisa dikendalikan, karena terkadang bukan dari kita tapi dari para pendukung,” ujarnya.

Sementara, Wahyudinia, Bakal Calon Kades Sungai Ibul yang akan bertarung pada Pilkades ini mengatakan, bahwa pihaknya menyikapi dengan santai adanya isu bergejolak di tengah pendukung masing-masing.

“Situasi tetap tenang, isu situasi panas kita dan pendukung menyikapinya dengan santai. Bagi kami yang penting bagaimana bisa meraih kemenangan dalam Pilkades mendatang,” ungkap Yudi sapaan akrabnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten PALI A Gani Akhmad mengatakan, sejauh hal itu karena persaingan politik dan masih dalam koledor hukum dan aturan itu wajar-wajar saja.

“Kalau dia memanas dalam persaingan politik, itu biasa-biasa saja sepanjang masih dalam koledor hukum dan aturan, tpapi kalau sudah mengara kepada hal-hal yang negatif tentu kita akan bersikap,” jelasnya. (ebi)

Komentar

Berita Lainnya