oleh

Bentuk CoE, Kemendikbud Akan Gandeng Prodi di Seluruh Provinsi

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus melakukan inovasi terkait pendidikan. Salah satunya adalah membentuk Center of Excellence (CoE) yang merupakan implementasi kebijakan Merdeka Belajar: Kampus Merdeka.

Center of Excellence ini (menggandeng) prodi, paling banyak di setiap provinsi ada satu prodi yang bisa jadi contoh,” kata Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbud Aris Junaidi melalui telekonferensi pers, Selasa (23/6).

Salah satu yang dilakukan adalah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar lain melalui kebebasan bagi mahasiswa untuk mengambil SKS di luar program studi.

“Mahasiswa boleh mengambil 8 jenis kegiatan yang murni di luar kampus. Nanti juga ada, misal implementasi seperti magang 6 semester,” tambahnya.

Kenapa 6 semester, kata dia untuk memperkuat kerjasama antara universitas dengan industri. Prodi itu juga nantinya akan melangsungkan kuliah kerja nyata (KKN) yang berlangsung selama enam bulan.

“Selama ini kan 40 sampai 60 hari yang biasanya 3 SKS. Kalau bisa 6 bulan berarti bisa setara 20 SKS,” tutur dia.

Kemudian, prodi tersebut nanti pun akan dijadikan pedoman dalam membangun kerjasama dengan para industri. Lalu, prodi itu pun akan diusung sebagai prodi penggerak bagi prodi lainnya, baik di dalam maupun luar universitas. “Misalnya, acara prodinya UI mengajar, UGM mengajar, itu contoh implementasi Merdeka Belajar terbaik yang bisa jadi acuan untuk prodi, institusi lain untuk meniru. Itu yang kita tawarkan,” ujar dia. (dikti/kemendikbud)

Komentar

Berita Lainnya