oleh

Beraksi Bawa Senpi Warusan Ortu, 2 Bulan Dapat 5 Motor

-Hukum-136 views

SUMEKS.CO – PRABUMULIH – Heri Susanto (34) dan Feri Indriansyah (34) warga Kelurahan Gandus, Kecamatan Gandus, Kota Palembang diamankan Unit Reskrim Polsek Cambai saat berada di rumah saudaranya di Desa Sukacinta, Kabupaten Muara Enim, Jumat (18/10) sekira pukul 00.10 WIB.

Kedua pelaku diamankan karena melakukan aksi pencurian sepeda motor di belakang parkiran rumah makan Siang Malam, Kecamatan Cambai, kota Prabumulih, Rabu (16/10) sore.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku Feri selalu membawa senjata api rakitan untuk menakuti korbannya.

Kapolres Prabumulih AKBP I Wayan Sudarmaya didampingi Wakapolres Kompol Haris Batara disela pres rilis kemarin (18/10) menyebutkan, pelaku Feri merupakan TO (target operasi) Polda Sumsel dan Polrestabes Palembang.

“Dia beraksi di Prabumulih bersama Heri, dan dalam menjalankan aksinya menggunakan kunci T dan selalu membawa senpi untuk menakuti korbannya,” imbuhnya.

Dari tangan keduanya, pihaknya berhasil mengamankan barang-bukti berupa 2 pucuk senjata api rakitan laras pendek, 11 butir amunisi caliber 9 mm, 2 kunci leter T, 1 mata kunci, 1 unit sepeda motor Yamaha Mio M3 Hitam.

Ada juga 2 plat motor, 1 tas selempang warna abu-abu, 2 helm dan pakaian dua pelaku.

Saat diamankan, kedua pelaku terpaksa diberikan hadiah timah panas lantaran mencoba kabur dan melawan petugas.
Atas perbuatannya, dua pelaku dikenakan pasal 363 ayat 1 ke 4e dan 5e KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Juga dikenakan pasal 1 ayat 1 UU Darurat nomor 12/1951 tentang senjata api dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Dihadapan petugas, Heri dan Feri mengakui perbuatannya mencuri motor di Cambai kota Prabumulih serta dalam beraksi membawa senjata api rakitan.

“Masuk maling di Prabumulih baru sekali ini, biasanya di Palembang dengan Novel tapi sudah ditangkap di Polresta. Akus kesini dengan Heri baru dapat satu korban,” ujar Feri.

Diakuinya, senjata api rakitan merupakan miliknya dan peninggalan alm ayahnya yang meninggal setahun lalu. “Saya dapat dari ayah saya pak,” akunya seraya menyebut kurun waktu 2 bulan sudah 5 motor yang dipetik alias dicurinya.

Semua motor yang dicuri, dijual di daerah Gandus mulai dari harga Rp3 juta hingga Rp4 juta. “Uangnya untuk foya-foya kak dan ke cafe,” tukasnya. (chy)

Komentar

Berita Lainnya