oleh

Berangsur Masuk, Bongkar Lapak Sendiri

PAGARALAM – Seiring dengan masa tenggat waktu, yang diberikan telah habis, sejumlah pedagang di Pasar Terminal Nendagung, Kelurahan Nendagung, Kecamatan Pagaralam Selatan, mulai membongkar lapak sendiri.

Pantauan wartawan Sumeks.co sejak Kamis (20/2), secara berangsur para pedagang, yang sudah membongkar lapak dagang, kini mulai beralih menempati lapak dagang, berada di bagian dalam Ruang Pasar Rakyat Nendagung (PRN) Kota Pagaralam.

Kepala Disperindagkop UKM dan PP Kota Pagaralam Dawan SH MM melalui Kabid Perdagangan Jepri Zulfikar, relokasi para PKL ini akan terus dipantau untuk kedepannya hingga kondisinya benar-benar tertata.

“Yang jelas, untuk pengawasannya akan melibatkan aparatur penegak Perda (Satpol PP, red). Mereka akan melakukan pengawasan setiap harinya terbagi dua shift jaga mulai dari pukul 07.00 WIB hingga sore hari,” katanya.

Pelaksanaan penertiban pedagang Pasar Terminal Nendagung, sebagai upaya dalam hal menjalankan amanat Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 tahun 2016, tentang penataan Pedagang Kaki Lima (PKL).

“Pada dasarnya para pedagang ini, mau pindah seandainya ada tempat. Nah, sekarang sudah ada tempatnya, merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian Perdagangan, dengan jumlah kios 218 yang diprioritaskan, adalah pedagang yang memang berjualan dari pagi sampai sore hari,” terangnya.

Diakui Jepri, untuk pedagang-pedagang yang berjualan hanya di Pasar Subuh, memang tidak dikasih tempat, tapi dengan catatan sebelum pukul 07.00 WIB, harus sudah selesai di dalam menggelar lapak dagang dan harus kosong.

“Tinggal lagi keberhasilan penertiban Pasar ini, bukan hanya dari Disperindagkop saja, melainkan pula ada Tim Gabungan, terdiri dari Sat Pol PP sebagai penegak Perda, Dishub dan lainnya, seharusnya angkot yang dari Tanjung Sakti dan Jarai, tidak diperbolehkan mangkal di Pasar Dempo Permai dan sekitarnya, akan tetapi harus berhenti di Pasar Terminal Nendagung,” ucapnya.

Tinggal lagi dari pedagang itu sendiri, tambah Jepri, harus ada rasa keadilan, kalau satu pedagang masuk yang lainnya masuk semuanya. “Upaya kita sekarang ini, bagaimana pembeli itu bisa masuk ke PRN, untuk membeli kebutuhan di dalam. Kita pun memiliki rencana, untuk membebaskan dulu selama 1 tahun, untuk parkir motor dan mobil, jadi pembeli yang ingin parkir silakan, mungkin ini yang jadi salahsatu kenapa pembeli, malas untuk masuk ke dalam,” sebutnya.

“Kami mengaharapkan kepada masyarakat, selaku para pedagang di kawasan Pasar Terminal Nendagung, bisa masuk ke dalam PRN, dengan menempati lapak dagang yang telah disiapkan Pemerintah,” seru Camat Pagaralam Selatan Jon Hasman SIp MM, kemarin.

Menurut Jon Hasman, dari segi keindahan dan kenyamanan, sudah seharusnya para pedagang itu masuk ke dalam. “Bila ini tidak ditertibkan, maka akan seperti ini terus amburadul, tidak sedap dipandang dan bila hujan, kasihan juga bagi pedagangnya,” singgung dia.

Sementara, Harto (67), salah seorang pedagang pedagang bumbu dapur mengakui, siap mengikuti aturan yang ada. “Dari tahun 2001 lalu, sudah beberapa kali dilakukan hal semacam ini, tidak terkejut lagi, jadi sekarang kita ikuti saja aturan,” imbuhnya. (ald)

Komentar

Berita Lainnya