oleh

Berani! Transaksi Narkoba Sudah Menyasar Mal

-Hukum-80 views

SUMEKS.CO – Aparat kepolisian meminta pengelola pusat perbelanjaan atau mal untuk memperketat pengawasan terkait peredaran narkotika. Saat ini transaksi narkotika sudah masuk mal.

Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Erick Frendriz menyesalkan terjadinya transaksi narkotika di mal. Dia pun meminta agar pengamanan dari pihak sekuriti mal diperketat.

“Di sini kami miris, pengamanan dalam mal tidak maksimal, karena seharusnya parkir mobil lebih 24 jam, harusnya ada kecurigaan dari sekuriti setempat,” ujar Erick di Mapolres Metro Jakarta Barat, Kamis (31/10).

Dia pun mengimbau agar satuan pengamanan sekuriti baik di mal maupun apartemen untuk mencurigai mobil yang bukan berasal dari lingkungannya yang terparkir lebih dari 24 jam.

“SOP untuk masuk pun harusnya lebih hati-hati, karena jumlahnya banyak. Di malnya, ada 23 kilogram sabu sebanyak 24 paket siap edar di dalam tas, harusnya bisa dicurigai ketika buka kap mobil,” ujar dia.

Erick mengatakan hal tersebut, karena pihaknya berhasil mengamankan puluhan kilogram narkotika jenis sabu di sebuah pusat belanja di Jakarta Selatan. Pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil dari pengembangan kasus di Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat.

Dikatakannya, setelah menangkap empat tersangka sindikat jaringan internasional penyuplai narkoba Kampung Ambon, polisi kemudian menangkap SS (26), pada Rabu (30/10) malam.

“Tersangka SS kita tangkap di sebuah mal besar di kawasan Jakarta Selatan,” katanya.

Dari penangkapan SS, polisi menyita puluhan paket narkoba jenis sabu. Barang haram tersebut ditemukan dalam tas besar di sebuah mobil yang terparkir lebih dari 24 jam di pusat belanja.

“Modusnya, tersangka SS bertemu di suatu mal untuk berganti membawa mobil yang berisi narkoba dengan pengedar lainnya,” kata Erick.

Sementara itu, Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya berhasil menggagalkan peredaran 68 kilogram sabu-sabu jaringan Batam-Lampung-Jakarta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan pengungakapn berawal dari informasi pada awal September 2019 bahwa akan ada pengiriman narkotika menuju Jakarta dalam jumlah besar.

Narkoba tersebut didatangkan dari China via Malaysia menuju Aceh kemudian Batam untuk kemudian dipecah menjadi paket-paket kecil. “Masuk ke Malaysia, Aceh ke Batam lalu dipecah,” ujarnya

Pengembangan informasi tersebut mengarah kepada penangkapan 15 tersangka yang ditangkap di berbagai tempat antara lain Jakarta, Depok, Batam dan Lampung.

Argo menyebutkan, semua tersangka yang diamankan adalah pengedar. 15 tersangka itu adalah YA, MS, EM, AF, AA, JM, MD, TM, ZZ, MS, MH, RS, MD, RR dan MM.

“Hampir semua pengedar, kita kembangkan kembali, ini masih di tingkat bawah semua,” kata Argo.

Para tersangka ini menggunakan berbagai modus penyelundupan guna mengelabui polisi. Mulai dari disamarkan dengan kain bekas helm, memakai mobil yang dimodifikasi sampai diselipkan ke dalam sepatu yang digunakan.

Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Ahmad Fanani mengatakan total barang bukti sabu-sabu yang diamankan dalam pengungkapan tersebut berjumlah 68 kilogram.

“Total sabu-sabu yang disita 68 kilogram,” ujarnya. (gw/fin)

Komentar

Berita Lainnya