oleh

Beras Organik Kurang Promosi, Bupati Turun Tangan

MARTAPURA – Kondisi beras organik asal OKU Timur kini masih kurang promosi. Beras yang rendah karbohidrat ini banyak dikembangkan kelompok tani di OKU Timur. Berbagai cara telah dilakukan Bupati OKU Timur untuk memperkenalkan beras tersebut kepada masyarakat luas.

Menurut pengurus beras organik OKU Timur Abdul Kodir. Beras ini harganya lumayan mahal. Karena proses dari penanamannya sampai pengepakannya tanpa menggunakan kimiawi.

“Saat ini sudah ada 70 ha lahan sawah organik di OKU Timur yang tersebar di Kecamatan Belitang, Belitang Jaya, Belitang II. Dan juga di Kecamatan BP Peliung,”kata Kodir.

Dimana kata dia, setiap hektar bisa menghasilkan 3-4 ton beras organik. “Petani jual gabah kepada kelompok tani. Nanti kelompok tani yang memprosesnya. Karena perlu pengawasan proses penggilingannya sampai pengepakan,”kata dia.

Dimana saat pengepakan, ada dua jenis. Untuk yang 5 kg dihargai Rp 75 ribu. Dan yang ukuran satu kilo yang divakum dihargai 22 ribu. Sedangkan harga gabahnya saja ditingkat petani berkisaran Rp 5000-5500.  Dijual kepada kelompok tani.

“Jadi petani tidak bisa memproses sendiri. Karena perlu pengawasan saat menjadi beras dan pengepakan,”kata dia. (sal)

 

Komentar

Berita Lainnya