oleh

Berat Kalau Menteri Agama Minder dengan Agamanya

JAKARTA- Ucapan Menteri Agama (menag) Fachrul Razi soal radikalisme berasal dari anak-anak yang good locking, hafiz Quran dan pandai berbahasa Arab, disesalkan banyak pihak.

Politikus Partai Gelora, Fahri Hamzah menduga, Fachrul seolah tidak percaya diri dengan agamanya sendiri, yakni Islam.

“Berat kalau menteri agama minder dengan agamanya, #GoodLooking” tulis Fahri Hamzah di twitternya, Jumat (5/8).

Senada dengan Fahri Hamzah, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Fadli Zon juga mengatakan, ucapan Menag selalu membuat kecurigaan dan Islamophobia. Fadli meminta Jokowi agar Menag diganti.

“Menteri Agama ini pernyataan-pernyataannya sering menimbulkan kecurigaan, salah paham, perselisihan atau malah Islamophobia. Sebaiknya menteri ini diganti saja Pak ⁦Jokowi” ujar Fadli Zon.

Sebelumnya, Menag Fachrul Razi mengatakan bahwa radikalisme masuk di lingkup Aparatus Sipil Negara melalui masjid-masjid di instansi pemerintah maupun BUMN.

Biasanya, kata Fachrul, masjid-masjid itu akan disusupi anak-anak yang berpenampilan bagus dan hafiz Quran.

Mereka kemudian akan membuat masyarakat menjadi simpati, hingga dijadikan pengurus Masjid dan imam Masjid

Sementara itu, Dirjen Bina Masyarakat Islam, Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin mengatakan, ucapan Menag soal good locking hanya sebagai ilustrasi.

“Pernyataan Menag soal ‘good looking’ itu hanya ilustrasi,” kata Kamaruddin dalam keterangan resminya, Jumat (4/9).

Lebih lanjut, Kamaruddin menegaskan pernyataan Fachrul itu tak memiliki tujuan untuk menuduh dan menyinggung pihak manapun.

Ia menegaskan substansi yang penting dari penyataan tersebut adalah perlunya kehati-hatian dari pengelola rumah ibadah, terutama di lingkungan Kementerian dan BUMN.

“Menag hanya mengilustrasikan tentang pentingnya memagari agar ASN (aparatur sipil negara) yang dipercaya mengelola rumah ibadah tidak memiliki pandangan keagamaan ekstrem bahkan radikal yang bertentangan dengan prinsip kebangsaan,” kata Kamaruddin.
(dal/fin).

 

Komentar

Berita Lainnya