oleh

Berebut Masuk Honda DBL All-Star 2019 Plus Tiket Ke Amerika

SUMEKS.CO- Penyelenggaraan liga basket pelajar terbesar di Indonesia, Honda Developmental Basketball League (DBL) 2019 baru saja berakhir Sabtu  (9/11). Ditutup dengan pertandingan final di kota Pontianak, Honda DBL musim ini masih belum berakhir, bahkan baru saja memasuki tahapan puncak dengan dimulainya Honda DBL Camp 2019.

Mulai 12 – 16 November 2019, 200 lebih student athlete serta pelatih basket sekolah terbaik dari 30 kota dan 22 provinsi berkumpul di Surabaya. Serangkaian agenda pelatihan telah disiapkan untuk melatih potensi dan kemampuan basket lebih mendalam. Tidak hanya dilatih, para pemain dan pelatih juga harus saling berkompetisi untuk dapat masuk ke tim elit Honda DBL Indonesia All-Star 2019.

Honda DBL Camp sendiri telah rutin digelar sejak 2008. Sebagai bagian dari upaya untuk mengembahkan talenta basket muda dalam negeri, DBL Indonesia menggandeng institusi profesional basket langsung. Di awal, NBA dipilih dengan mendatangkan Danny Granger, anggota tim NBA All-Star 2009 sebagai pelatih.

Sejak 2010 hingga sekarang, DBL Indonesia memilih World Basketball Academy (WBA) Australia. Tahun ini, deretan pemain top Australia yang terdiri dari Shane Froling, CJ Jackson, Mark Heron serta Makailah Dyer siap melatih para student athlete dan pelatih terpilih. Dengan dipimpin langsung oleh legenda basket Australian, Andrew Vlahov. Kelima pelatih top WBA ini akan menjadi camp coordinator berkolaborasi dengan tim pelatih dari DBL Academy, satu-satunya akademi basket profesional berstandar internasional di Indonesia.

Azrul Ananda, Founder & CEO PT DBL Indonesia memberi apreasi Muhammad Adhim, campers dari SMAN 16 Surabaya saat berhasil meraih rekor tertinggi beep test tahun ini.

Masany Audri, Direktur DBL Indonesia mengatakan bahwa Honda DBL Camp ini adalah langkah paling penting serta ditunggu-tunggu oleh seluruh peserta Honda DBL. Karena mereka mendapatkan pengalaman yang sangat berharga disini. “Seluruh campers sangat antusias karena mereka punya mimpi yang sama yaitu berangkat ke Amerika,” ungkapnya.

Sementara itu, pelatih kepala di Honda DBL Camp 2019, Andrew Vlahov mengatakan yang paling penting adalah komitmen dari para campers sehingga mereka harus menunjukkan yang terbaik. “Kami sangat serius untuk memilih pemain yang terbaik dari yang paling baik di camp ini. Untuk itu, kami minta keseriusan mereka untuk all out,” ujarnya.

Selama empat hari, bukan hanya gemblengan fisik yang akan dapatkan, mereka juga akan mendapat beberapa fasilitas yaitu free medical check up dari National Hospital Surabaya, dapat merasakan latihan di DBL Academy, sekolah basket terbesar dan terbaik di Indonesia, serta Aquatic Training bersama Team Flash Swimming.

Selain itu hadirnya Regita Pramesti, Honda DBL Indonesia All Star 2013 & 2014 yang menjadi skuad Timnas Basket 3X3 Putri tahun lalu, dan Cio Manuputty, Honda DBL Indonesia All Star 2011 yang sekarang bermain di klub basket profesional Satya Wacana Salatiga. Mereka berdua hadir untuk menjadiinterpreter dan akan memberikan sesi sharing session untuk para Campers.

Dengan padatnya agenda di lima hari tersebut, mereka tetap harus bekerja keras dan membuktikan kemampuan terbaiknya karena masing-masing 12 putra dan putri, serta empat pelatih terbaik akan dipilih masuk ke dalam tim Honda DBL All-Star 2019. Tim elit ini akan mendapatkan kesempatan untuk berlatih serta merasakan pengalaman basket di negara aslinya, Amerika Serikat. (fin/ful)

Komentar

Berita Lainnya