oleh

Beredar Isu Panas, Rp10 Juta Untuk Satu Suara

Lebih lanjut dikatakanya, apabila isu tersebut seumpama, memang benar adanya, maka penindakannya sendiri akan diambil alih oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten PALI. “Jadi itu merupakan ranahnya Banwaslu, karena terkait Pilkada, untuk memprosesnya,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten PALI Heru Muharam, melalui, Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia (SDM), Basrul membenarkan adanya isu tersebut beredar di masyarakat luas, dan pihaknya saat ini sedang menelusuri kebenaranya.

“Kita juga dibantu aparat kepolisian menelusuri isu-isu yang berkembang, mengingat dalam penindakan pelanggaran pidana pemilihan, Bawaslu punya rumah bersama yaitu sentra Gakkumdu yang didalamnya ada Kepolisian, Kejaksaan dan Bawaslu,” terangnya.

Ditambahkannya, secara formal bawaslu memang lembaga pengawas, namun dengan keterbatasan SDM. “Tentu adanya peran dari masyarakat dalam pengawasan sangat kita butuhkan terkait kebenaran isu-isu yang beredar tersebut,” terangnya.

Terpisah, menurut keterangan Ps, salah satu pemilih yang masuk namanya di DPT TPS 10 Desa Air Itam mengatakan, bahwa sejauh ini tidak ada dirinya menerima uang dari salah satu paslon untuk diarahkan pada PSU mendatang.

“Tidak ada yang datang ke rumah memberi uang, kalau isu-isunya memang ada. Tapi tidak ada kami menerima pak. Kalau memang ada, mungkin orang lain. Kalau kami tidak ada sama sekali,” akunya. (ebi)

Komentar

Berita Lainnya