oleh

Beredar Video Kebakaran di Mina

MAKKAH – Selama dua hari terakhir beredar video  di dunia maya yang menunjukkan terjadinya kebakaran tenda di wilayah Mina. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengkonfirmasi bahwa kebakaran tersebut bukan terjadi pada tenda jemaah haji Indonesia.

“Betul kemarin ada sedikit insiden kebakaran tenda di Mina, tapi skupnya kecil saja, terjadi pada siang hari. Dan itu terjadi di tenda-tenda yang akan didiiami jemaah haji Asia Tengah, Asia Selatan dari India, Pakistan, Myanmar, Burma,” jelas Menag saat ditemui usai memantau tenda-tenda jemaah haji Indonesia,di Mina, Selasa (6/8).

Menag pun meminta jemaah tidak panik usai menonton video peristiwa kebakaran tersebut. Ia menyampaikan tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, tidak ada korban luka. Itu hanya peristiwa kecil dan mudah-mudahan tidak akan terjadi di masa-masa yang akan datang,” kata Menag.

Menag hadir di Mina untuk memantau kesiapan fasilitas di Mina sebelum masa puncak haji 1440H/2019M. Salah satu inovasi yang dilakukan pada penyelenggaraan ibadah haji tahun ini adalah penomoran tenda Arafah dan Mina.

Petugas Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (P3JH) dengan sigap memberikan arahan kepada jemaah di sekitar mathaf dalam kondisi kelelahan,di Mekkah kemarin (16/6). Petugas P3JH (inzet)

Dalam stiker nomor yang dipasang pada empat sisi tenda tersebut tercantum tiga data, yaitu: nomor tenda, nomor kloter yang menempati tenda, serta jumlah kapasitas tenda. Pada kesempatan tersebut, Menag yang didampingi Delegasi Amirul Hajj dan Ketua Muassasah Asia Tenggara sempat memerintahkan petugas PPIH Arab Saudi untuk mencabut atribut-atribut KBIH yang sempat terpasang di salah satu tenda Mina.

RIBUAN JAMAAH TIBA DI MADINAH: Hingga hari kelima kedatangan jamaah haji gelombang satu di tanah suci, tercatat lebih dari 22 ribu jemaah tiba di Madinah Al Munawarah, kemarin. Jamaah gelombang satu akan berada di Madinah selama delapan hingga sembilan hari untuk melaksanakan Arbain atau shalat 40 waktu tanpa terputus di Masjid Nabawi. Foto : Kemenag

Menurut Menag, tahun ini pemerintah melarang adanya penempelan atribut-atribut lain pada tenda jemaah Indonesia. “Karena tahun-tahun sebelumnya saling tumpang tindih, banyak sekali spanduk, bendera yang justru melihat situasi atau area baik di Arafah maupun di Mina menjadi kurang asri bahkan cenderung kumuh, kotor. Jadi kita ingin ikut menjaga Arafah dan Mina dengan cara tidak memasang atau menempel hal-hal yang memang tidak terlalu diperlukan,” tuturnya.

LAYANI JAMAAH: Suhu udara Madinah di siang hari yang berkisar antara 35–45 derajat. Kondisi ini merupakan tantangan tersendiri bagi jamaah haji yang hendak melaksanakan Arbain di Masjid Nabawi.
Tim Gerak Cepat (TGC) PPIH pun berupaya maksimal memberikan pelayanan agar ibadah yang dilakukan jamaah dapat berjalan dengan baik. Foto : Kemenag

“Karena memang yang diperlukan adalah identitas nomor-nomor tenda baik di Arafah maupun di Mina, itu sudah lebih dari cukup. Karena di situ ada identitas kloter, ada identitas tenda,” imbuhnya. (ful/FIN)

 

Komentar

Berita Lainnya