oleh

Berikan Pendampingan Ciptakan CBOD

-Ekbis-243 views
PALEMBANG –  PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui  anak usahanya, PT Enseval Putera Megatrading Tbk (Enseval) akan  pendampingan kepada para pelanggan Enseval yang menyalurkan obat, khusus toko obat untuk menerapkan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB).
Area Business Manager Enseval Kota Palembang, Tri Aji Baskoro mengatakan, tidak hanya sekedar melakukan distribusi, enseval juga siap menjadi pendamping untuk mendorong pelaku usaha, baik toko obat maupun apotik untuk memiliki perizinan.  Hal itu mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 26 Tahun 2018 tentang pelayanan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik sektir kesehatan.
Dikatakan, pendampingan ini agar  pelanggan dapat memastikan mutu obat selama proses distribusi penyaluran sesuai dengan persyaratan dan tujuan penggunaannya, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat secara maksimal dari obat yang digunakan. “Enseval ingin membantu jaringan distribusinya, khususnya pelanggan yang menjual produk obat, untuk memiliki izin usaha sehingga mereka secara sah dapat menjual obat dengan baik sesuai persyaratan yang telah ditetapkan,” katanya
Selain, Enseval memberikan bimbingan teknis kepada pelanggan dengan kategori PBF untuk menerapkan CDOB berupa sosialisasi CDOB, training penerapan CDOB, pendampingan dalam proses pengurusan sertifikat CDOB. “Selain kepada PBF, Enseval juga melakukan pelatihan tentang cara penyimpanan obat yang benar di beberapa rumah sakit yang menjadi pelanggannya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang, melalui Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Palembang, Sri Yulia Ningsih, SKM, M.Kes menyampaikan, saat ini ada sebanyak 96 toko obat yang ada di kota Palembang yang baru memiliki izin, angka ini terus meningkat jika dibandingkan tahun lalu, yakni sebanyak 94 toko obat berizin. “Dari data kami, untuk jumlah toko obat yang tak berizin du kota Palembang hanya sekitar 5%. Rata-rata ya mereka ini ada daerah ujung karena jauh alasanya dan lain sebagainya,” tuturnya.
Sri menjelaskan kategori toko obat itu ia menjual obat berlabel biru dan hijau dan tidak menjual obat keras atau berlabel merah. Kalau apotek dilengkapi dengan obat keras dan resep dokter.
“Dinkes dalam hal ini hanya melakukan pembinaan saja di toko obat ini. Kalau pengawasan dan penindakan kembali ke BPOM. Kalau ada hal-hal yang mencurigakan kita lapor ke BPOM,” tegasnya.
Kedepan, pihaknya akan terus melakukan pembinaan, apalagi saat ini untuk kepengurusan perizinan juga lebih dipermudah. Dimana, semua perizinan kembali DPMPTSP ( Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu) kota Palembang yang ada di Jakabaring. “Setelah di proses di DPMPTSP dan dinyatakan lengkap   lalu dilimpahkan ke dinas kesehatan,” jelasnya. (Yun)

Komentar

Berita Lainnya