oleh

Berikan Penyuluhan Lintas Batas Negara

BELU – Personel Pos Nunura Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ memberikan penyuluhan pengetahuan tentang pelintas batas kepada masyarakat perbatasan di Pos Nunura Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, NTT.

Hal ini disampaikan oleh Dansatgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ, Letkol Inf Ikhsanudin S Sos MM di Mako Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 142/KJ Atambua NTT (27/10).

Diungkapkan Dansatgas, hal itu dilakukan untuk memberikan pengetahuan tentang aturan pelintas batas negara terhadap masyarakat perbatasan dengan tujuan agar masyarakat terhindar dari pelanggaran-pelanggaran hukum, serta mengetahui hak dan kewajibannya sebagai seorang pelintas batas negara.

“Kegiatan ini dipimpin oleh Sertu Ricky bersama 4 orang personel lainnya, sesuai dengan SOP dalam melaksanakan suatu kegiatan di daerah penugasan, 2 orang personel kesehatan disiagakan dalam rangka menghindari sesuatu hal yang tidak diinginkan,” kata Letkol Inf Ikhsanudin S Sos MM.

“Sebagaimana kita ketahui, masyarakat perbatasan membutuhkan pengetahuan tentang aturan pelintas batas Negara, mengingat mereka dan masyarakat Negara Timor Leste merupakan saudara kandung yang berasal dari suku dan ras yang sama, kegiatan-kegiatan adat, keagamaan atau acara lain yang memaksa mereka untuk hadir dalam suatu kegiatan, baik kegiatan yang dilaksanakan di wilayah Indonesia maupun di wilayah Timor Leste, sehingga mereka harus tetap melakukan kegiatan melintas batas Negara,” ungkapnya.

Seperti yang dilakukan oleh personel Pos Nunura kepada masyarakat Desa Tohe sebagai desa binaannya. Personel memberikan ilmu pengetahuan tentang hak dan kewajiban seseorang yang akan melaksanakan kegiatan melintas batas Negara, sehingga aktivitas yang dilakukan bukan merupakan suatu pelanggaran hukum yang dapat dikenakan sanksi.

Terpisah, Flora (50) menyampaikan ucapan terima kasih atas pengetahuan yang diberikan oleh personel Pos Nunura sehingga mereka dapat terhindar dari pelanggaran hukum.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kegiatan penyuluhan tentang lintas batas Negara, hal ini sangat penting bagi kami untuk terhindar dari pelanggaran di daerah perbatasan,” ungkapnya.

Sertu Ricky menyampaikan bahwa kegiatan yang mereka lakukan merupakan kepedulian terhadap desa binaan sehingga terhindar dari sanksi hukum.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat perbatasan agar mereka terhindar dari pelanggaran hukum tentang lintas batas suatu Negara,” tandasnya. (ril)

Komentar

Berita Lainnya