oleh

Berkas Dilimpahkan, Jaringan Narkoba Keluarga Siap Disidang

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Berkas kasus dugaan pengedar narkotika jenis sabu satu keluarga, yang menjerat oknum perawat honorer Rumah Sakit Umun Daerah (RSUD) bernama Debi Destiana (27) yang sempat viral beberapa waktu lalu, telah dilimpahkan dan dalam proses persidangan.

Namun, karena para tersangka yakni Mat Arif alias Mat Geplek, (52) Faridah alias Cicik Idah (56) dan Marselia (40) diketahui masih ada hubungan kekeluargaan yang terdiri keponakan, paman dan bibi ini dipindah tahanan maka terpaksa sidangnya ditunda.

“Seyogyanya Kamis kemarin (9/9) agenda pembacaan dakwaan oleh JPU namun terpaksa ditunda, harus menjalani masa isolasi karena baru saja pindah status penahan,” ujar Kasi Pidana Umum Kejari Palembang, Agung Ary Kesuma SH MH dikonfirmasi Ahad (12/9).

Agung mengungkapkan, hal itu dilakuan karena sebagaimana peraturan dari pihak rutan ataupun lapas, para tahanan yang baru masuk harus menjalani isolasi 14 hari terlebih dahulu dimasa pandemi COVID-19.

“Mudah-mudahan persidangan tersebut dapat digelar dalam minggu ini,” ujar Agung.

Mantan Kasi Intel Kejari Denpasar ini juga menyebutkan bahwa sebagaimana di dalam dakwaan, para tersangka ini didapati barang bukti narkotika jenis sabu yang jumlahnya melebihi lima gram.

“Para tersangka kita jerat dengan dakwaan melanggar Pasal 114 ayat 2 KUHPidana atau Pasal 112 ayat 2 KUHPidana, tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati atau 20 tahun penjara,” tegas Agung.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, petugas kepolisian dari Satresnarkoba Polrestabes Palembang meringkus salah satu perawat di RSUD Siti Fatimah, bersama tiga orang pengedar narkoba lainnya pada Juni di Jl Mayor Zen, Lr Sukarami, RT 27, Kelurahan Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni Palembang.

Menariknya, keempat pengedar tersebut yakni Mat Arif alias Mat Geplek (52) Faridah alias Cicik Idah (56), Debi Destiana (27) serta Marselia (40) diketahui masih ada hubungan kekeluargaan.

Adapun peran dari masing-masing tersangka berbeda-beda, tersangka Cik Idah yang memang merupakan residivis narkoba sudah dua kali keluar masuk penjara.

Barang haram tersebut milik Mat Geplek ini disimpan di dalam rumah keponakan bernama Marselia, disimpan diatas genteng rumah lantai II dengan upah setiap harinya Rp100 ribu.

Sementara untuk mengendalikan transfer uang dalam bisnis ini dikendalikan oleh Debi Destiana yang merupakan oknum perawat di salah satu rumah sakit milik pemerintah.

Dari para tersangka barang bukti yang berhasil didapat berupa 2 bungkus plastik bening berisi sabu seberat 15,54 gram, 1 buah timbangan digital, uang tunai Rp2,4 juta, 3 unit handphone, 1 buah dompet. (fdl)

Komentar

Berita Lainnya